Berita Terbaru Solo Raya

Belasan Pedagang Positif Covid-19, Pasar Simo Boyolali Kini Ditutup Seminggu

Camat Simo, Waluyo Jati mengatakan pasar lockdown alias ditutup pasalnya ada belasan pedagang pasar terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Ekayana
Tribunnews/Irwan Rismawan
ILUSTRASI : Warga beraktivitas di zona merah Covid-19 RT 006 RW 01, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (22/6/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan micro lockdown di kawasan tersebut lantaran adanya 17 warga yang positif Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, BOYOLALI - Pasar Simo, di Jalan Singoprono, Desa Pelem, Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali lockdown mulai Rabu (30/6/2021).

Camat Simo, Waluyo Jati mengatakan pasar lockdown alias ditutup pasalnya ada belasan pedagang pasar terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Kasus Covid 19 Melonjak, Destinasi Wisata Gunungkidul Tetap Buka Dengan Memperketat Penerapan Prokes

Baca juga: Pedagang Gorengan Langganan Mahasiswa ISI dan UNS, Mbah Sulastri Tetap Berjualan Meskipun Pandemi

"Pasar Simo besok ditutup karena banyaknya pedagang yang berjualan disini positif Covid-19 saat dites swab acak," katanya.

Waluyo mengatakan pihaknya melakukan swab acak sebanyak dua kali yaitu Senin (21/6/2021) lalu dan Selasa (29/6/2021).

Ia menuturkan, dalam swab acak pertama dari 13 pedagang yang diswab acak, ada 3 pedagang yang positif.

Sedangkan pemeriksaan swab acak kedua, sekitar pukul 09.00 hingga pukul 10.00 WIB, dari 24 pedagang, ada 12 pedagang yang positif.

"Pada pemeriksaan swab acak kedua ada 50 persen dari total sample yang positif Covid-19, sehingga atas arahan dari Pemkab, pasar diminta untuk ditutup," ujar Waluyo.

Ia mengaku sudah mengumpulkan kepala upt pasar dan staf untuk menginformasikan pasar ditutup sementara.

Selain itu ia mengatakan pihaknya akan dilakukan penyemprotan disenfektan di suluruh pasar.

"Dengan berkoordinasi dengan pemadam kebakaran, nantinya penyemprotan disenfektan akan dilakukan setiap hari," kata Waluyo.

Pihaknya mengatakan sempat menegur pedagang untuk menutup namun pedagang tetap nekat membuka lapaknya.

Selain itu pedagang di pasar Simo tak hanya berasal dari Kabupaten Boyolali saja, melainkan, berbagai daerah seperti Sragen (Gemolong), Kabupaten Semarang, Kabupaten Sukoharjo.

"Kami berharap para pedagang bisa memahami situasi Covid-19 yang terjadi di Simo, sehingga kami minta pedagang tidak berjualan sementara," harapnya.

Pasar Simo ini merupakan pasar harian dan sudah mulai ramai sekitar pukul 02.00 WIB.

Biasannya pasar tradisional tersebut ramai-ramainya saat pasaran Jawa pahing.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved