Kuliner di Asia

Unik! Penjual Es Cendol di Gunungkidul Ini Berkostum Satria Baja Hitam Untuk Tarik Pembeli

Superhero asal Jepang ini memang satu diantara beberapa karakter superhero terkenal pada era 1990an.

Editor: Ekayana
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Satria Baja Hitam jualan Dawet di Karangmojo Gunungkidul 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Pedagang es Cendol di Gunungkidul ini melakukan hal yang unik untuk menarik perhatian pembeli, yakni dengan berkostum karakter Satria Baja Hitam.

Superhero asal Jepang ini memang satu diantara beberapa karakter superhero terkenal pada era 1990an.

Baca juga: Sebelum Tempat Wisata Buka Kembali, Pelaku Wisata di Bantul akan Divaksin

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak di Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan Akan Ditutup Sementara

Pria yang mengenakan kostum karakter Satria Baja Hitam adalah Wahyu Prasetya (37).

Dia bersama istrinya berjualan es cendol di pelataran Balai Pedukuhan Sawahan 5, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul.

Berdiri di pinggir jalan Karangmojo-Semin, Satria Baja Hitam sembari menyapa pengendara yang melintas.

Sesekali sambil memegang daftar harga Es Cendol yang dijajakannya.

Sudah pasti aksi itu menarik perhatian warga.

Satu di antaranya Eni, warga asal Kalurahan Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul.

Ia datang bersama anaknya.

"Kemarin saya lihat Es Cendol ini di media sosial, lalu anak saya ngajak ke sini karena penasaran," ungkapnya saat berkunjung pada Rabu (23/06/2021).

Rupanya, putra Eni ingin berfoto dengan karakter superhero favoritnya itu.

Ibu rumah tangga ini mengaku baru kali ini ia menemukan pedagang dengan gaya unik seperti Wahyu.

Pria asal Pedukuhan Pengkol 3, Kalurahan Jatiayu, Karangmojo ini sengaja tampil demikian.

Sebab ia ingin membantu membuat laris jualan istrinya.

Kostum pun ia pesan secara khusus dengan modal Rp 700 ribu.

Ada dua kostum yang ia siapkan, satu di antaranya Ksatria Baja Hitam.

"Kebetulan saya memang mengidolakan Ksatria Baja Hitam sejak kecil," kata ayah dua anak ini.

Wahyu sehari-harinya bekerja di sebuah toko layanan seluler di Kota Yogyakarta.

Namun setelah pendapatan berkurang karena pandemi.

Ia memutuskan pulang dan berjualan cendol bersama istrinya.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved