Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk di Bali, Dibangun Sejak 1489 Masehi, Tempat Minta Keturunan

Supaya Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk ini, diakui oleh pusat untuk pemeliharaan dan pembangunan berkelanjutan serta bisa difasilitasi pemerintah.

Editor: Ekayana
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
I Made Diartawan, Pekaseh Gede (Ageng) Krama Subak Sukawati - Meminta Keselamatan Hingga Keturunan, Berikut Kisah Pura Kahyangan Jagat Er Jeru 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk merupakan satu diantara pura yang cukup tua di Bali.

Sebab dalam lontar Dwijendra Tatwa, dijelaskan bahwa Pura Er Jeruk dibangun ketika Dang Hyang Dwijendra melakukan dharma yatra dari Uluwatu menuju Goa Lawah.

Baca juga: Mengikuti Jejak-jejak Mataram Kuno di Candi Gedong Songo, Ikon Destinasi Wisata Kabupaten Semarang

Baca juga: Candi Klero, Bangunan Bersejarah Bercorak Hindu yang Tersembunyi di Kabupaten Semarang

Dang Hyang Dwijendra (Nirartha) menginjakkan kakinya pertama kali ke Bali pada 1489 masehi.

Dang Hyang Dwijendra dikenal sebagai tokoh pembaharuan dalam Agama Hindu.

Pura Er Jeruk merupakan salah satu pura, hasil pembaharuan yang dilakukan beliau.

Sehingga melahirkan wujud seperti sekarang ini.

Pura ini cukup luas, dan memiliki banyak palinggih di dalamnya.

“Bhatara yang malinggih (berstana) di dalam salah satunya Ida Bhatara Putranjaya atau Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh,” jelas I Made Diartawan, Pekaseh Gede (Ageng) Krama Subak Sukawati.

Dirinya juga menjelaskan bahwa krama subak Sukawati ini terdiri dari 13 tempekan.

Subak tempekan inilah yang kemudian setiap satu tahun sekali menyelenggarakan upacara di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk.

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved