Berita Indonesia Terbaru

Program Work From Bali Ditunda, Pelaku Pariwisata Bali Khawatir

Masyarakat di Bali sangat sadar bahwa sebagian besar mata pencaharian bertumpu pada pariwisata.

Editor: Ekayana
Dok. Shutterstock
Ilustrasi wisatawan bersepeda sambil memakai masker di Bali 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Peningkatan Covid-19 di sejumlah daerah khususnya di Jawa saat ini menimbulkan kecemasan bagi pelaku pariwisata dan MICE di Bali.

Hal ini disampaikan oleh pengusaha hotel dan pusat perbelanjaan di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Bayu Adisastra, Selasa 22 Juni 2021.

Baca juga: Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta Meningkat, Satpol PP DIY Bakal Periksa Bus Pariwisata Secara Acak

Baca juga: Antisipasi Virus Corona Delta Masuk Pulau Bali, Pelabuhan dan Bandara Kini Diperketat

“Saat ini yang kami khawatirkan karena adanya peningkatan kasus di Jawa akan mengakibatkan pembatasan berpergian Kementerian dan Lembaga serta BUMN ke Bali," katanya.

"Padahal dengan program Work from Bali yang baru berjalan bener apa waktu ini dampaknya sudah mulai terasa meskipun volumenya masih kecil sekali khususnya bagi kawan-kawan UMKM dan pelaku usaha pariwisata. Hotel saya occupancy sempat 25 persen atau terisi 70 kamar,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Putu Gede Wiwin Gunawasika selaku Ketua Bali MICE Forum (BMF) yang terlibat bersama 10 PCO/EO pengurus BMF melakukan audiensi ke sekitar 29 K/L dan BUMN mendampingi Pemprov Bali.

“Program ini belum mulai, baru akan berjalan. Meskipun secara sporadis kami melihat sudah mulai ada pergerakan K/L BUMN ke Bali secara langsung tanpa melalui kami. Kami hanya berharap tidak berimbas pada pembatasan ke Bali," katanya.

"Jika Bali relatif aman hingga saat ini. Sebagian besar sudah zona hijau dan kuning. Dan kami juga membantah jika efek WFB yang membuat kenaikan Covid di Bali. Lah kita ini belum ada apa-apa dengan program WFB. Belum ada arrangement yang masuk melalui kami saat ini,” tuturnya.

Dan terkait protokol kesehatan (prokes), Wiwin menyatakan bahwa Bali sudah sangat siap.

Karena persiapan menuju open border pun sudah dilakukan.

Apalagi masyarakat di Bali sangat sadar bahwa sebagian besar mata pencaharian bertumpu pada pariwisata.

Sehingga pelaksanaan prokes di Bali sangat ketat pun pengawasannya.

“Masak iya, kami akan merusak periuk nasi kami sendiri,” tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul: Pelaku Pariwisata Bali Khawatirkan Penundaan Work From Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved