Kuliner Enak di Sragen

Merasakan Sensasi Makan Bakso di Tengah Alas Pohon Karet Batu Jamus Sragen

Menikmati sensasi merasakan kesegaran semangkuk bakso langsung beratapkan langit, dan berada dibawah rindangnya pepohonan karet yang menjulang tinggi.

Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/SEPTIANA AYU LESTARI
Suasana tempat makan di Bakso dan Mie Ayam Balungan Alas Karet Batu Jamus, Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SRAGEN - Makan bakso di warung atau kedai mungkin sudah biasa.

Bagi anda yang ingin merasakan makan bakso dengan nuansa berbeda, bisa mampir ke Bakso dan Mie Ayam Balungan.

Baca juga: Kuliner Lezat Bakso dan Mie Ayam Balungan Batu Jamus Sragen, Warung Tak Pernah Sepi Pembeli

Baca juga: Warung Sambel Belut Di Pinggir Sawah Sukoharjo Viral, Pemilik Awalnya Hanya Coba-Coba

Lokasinya ada di Jalan Batu Jamus, Kecamatan Kecamatan Kedawung, atau sebelah selatan Waduk Botok, Kedawung.

Menikmati sensasi merasakan kesegaran semangkuk bakso langsung beratapkan langit, dan berada dibawah rindangnya pepohonan karet yang menjulang tinggi.

Meski berada di pinggir jalan yang ramai, namun dijamin minim polusi.

Udaranya sejuk dan segar, serta kepanasan meski berkunjung pada siang hari.

Pengunjung bisa menikmati bakso dan mie ayam dengan duduk di kursi maupun secara lesehan beralaskan tikar diatas tanah.

Bisa datang bersama keluarga maupun sahabat, agar suasana pikniknya lebih kerasa.

Pemilik, Pink Anjani (43) mengatakan sebenarnya konsep warung dibawah pohon karet tidak sengaja.

"Awalnya dibuatkan suami saya 2 buah kedai, yang satu untuk dapur, yang satu untuk tempat pelanggan, dipinggir jalan pas," katanya,, Sabtu (19/6/2021).

"Sejak grand opening hingga sekarang, pengunjungnya kan semakin bertambah, merambah ke dalam itu (kawasan hutan pohon karet) sebenarnya nggak sengaja," katanya.

Tak perlu ragu soal rasa, Pink Anjani menjamin racikan bakso dan mie ayamnya pasti beda dari yang lain.

"Tentunya bakso dan mie ayamnya beda dari yang lain, karena memang saya racik dengan resep yang berbeda," katanya.

"Mie ayamnya saya tambah irisan daging sapi, sedangkan baksonya saya kasih tambahan tetelan tulang," tambahnya.

Setahun berjalan, usahanya mulai banyak diminati, bahkan kebanyakan pembelinya datang dari luar kota.

"Setiap akhir pekan begini, pembelinya kebanyakan datang dari luar kota, Ngawi, Magetan, Solo, Purwodadi, kalau masyarakat lokal, datangnya malah pas hari biasa," kata dia.

Dengan semakin populernya bakso dan mie ayam balungan, kini pengunjung harus sabar mengantri.

"Karena kan saya yang racik sendiri, jadi harus ngantri lebih lama, jadinya banyak yang cancel, kalau yang nggak sabar, pasti cancel," ucapnya.

Salah satu pengunjung, Tutik yang datang bersama teman-temannya, mengaku puas dengan citarasa yang disajikan bakso dan mie ayam balungan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved