Berita Dunia Terbaru

Jewel Changi Airport Singapura Kini Dibuka Kembali, Siapa yang Bisa ke sana?

Jewel Changi Airport ditutup bersamaan dengan terminal bandara pada 13 Mei 2021 lantaran adanya perkembangan klaster Covid-19.

Editor: Ekayana
SHUTTERSTOCK/DEREKTEO
Air terjun indoor Jewel Changi Airport, Singapura 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Jewel Changi Airport atau Bandara Jewel Changi di Singapura saat ini sudah dibuka kembali.

Bandara tersebut mulai buka sejak Senin (14/6/2021) lalu.

Pembukaan tersebut merupakan langkah awal Singapura untuk menyambut penerbangan internasional lantaran pemerintah telah mencabut aturan lockdown secara bertahap.

Baca juga: Taj Mahal India Dibuka Kembali, Wisatawan yang Datang Dibatasi Hanya 650 Orang

Baca juga: Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021 Beri Diskon Tiket Pengunjung, Ini Jam Buka dan Harganya

Sebelumnya, Jewel Changi Airport ditutup bersamaan dengan terminal bandara pada 13 Mei 2021 lantaran adanya perkembangan klaster Covid-19 yang berasal dari terminal bandara 3. 

Melansir dari Straitstimes.com, Jumat (11/6/2021), meski kembali dibuka, protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat di setiap sudut Bandara Changi. 

Selain itu, pemerintah Singapura juga membatasi akses di Bandara. Kini, hanya pemegang tiket dan pekerja penting sajalah yang boleh ada di bandara. Bahkan mereka juga sudah menetapkan sistem zonasi di bandara

"Kami memisahkan 14.000 pekerja bandara menjadi tiga zona berbeda berdasarkan tingkat risiko," kata Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) dan Grup Bandara Changi ( CAG) kepada The Straits Times.

Seperti zona beresiko tinggi, pekerja mulai dari terminal bandara gerbang keberangkatan dan kedatangan, ruang imigrasi kedatangan, hingga ruang pengambilan bagasi harus memakai APD lengkap setiap saat, kecuali saat makan dan istirahat ke toilet.

Mereka juga tidak boleh meninggalkan zona mereka selama bekerja untuk menghindari penyebaran silang dengan dua zona berisiko rendah lainnya.

Hal tersebut dilakukan untuk menekan lonjakan kasus seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

Tindakan itu pun diharapkan dapat meminimalkan penularan Covid-19. CAAS dan CAG mengatakan, para pekerja bandara juga sudah mulai melakukan tes Breathalyser Covid-19 sebagai bagian protokol kesehetan. Mereka akan meniupkan nafas ke dalam breathalyser TracieX sekali pakai yang dilengkapi chip sensor.

Breathalyser kemudian akan dimasukkan ke dalam perangkat pembacaan portabel yang akan mengeluarkan hasil tes Covid-19 dalam waktu dua menit. Tes non-invasif baru ini secara bertahap akan ditingkatkan untuk menggantikan tes cepat antigen bagi para pekerja bandara.

Tes nafas TracieX ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi medis lokal Silver Factory Technology dan telah menerima otorisasi sementara dari Otoritas Ilmu Kesehatan. Di samping itu, CAAS dan CAG mengatakan bahwa sejak 20 Mei 2021 belum ada kasus baru terkait Covid-19 yang menyerang pekerja bandara.

Dari 43 pekerja yang dinyatakan positif, 42 telah dipulangkan dan pasien yang tersisa pulih di rumah sakit tanpa membutuhkan oksigen, tambah mereka. Klaster T3 Bandara Changi memiliki total 108 kasus.

Saat diminta keterangan kabar terbaru tentang gelembung perjalanan udara yang ditunda dengan Hong Kong, Menteri Transportasi Singapura Iswaran mengatakan bahwa kedua belah pihak tetap berkomitmen penuh melanjutkan perjalanan udara dan dengan hati-hati sambil memantau situasi terkini.

"Kami akan meninjau ini pada awal Juli, dan kemudian kami akan dapat membuat penilaian tentang bagaimana melanjutkannya," kata dia.

Pihaknya juga akan mengambil pendekatan serupa dalam bekerja dengan mitra potensial lainnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Jewel Changi Airport Singapura Buka Lagi, Siapa yang Bisa ke sana?

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved