Kuliner Enak di Solo

Cerita Penjual Kuliner Terang Bulan Tempo Dulu di Solo, Semangat Berjualan Meski Sudah 88 Tahun

Dirinya mengaku untung dari per satu terang bulan hanya mendapat untung Rp. 500 perak.

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/AZFAR MUHAMMAD
Penjual makanan legendaris terangbulan di kawasan Manahan, Masiyah, Minggu (13/6/2021 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Sebuah kisah inspiratif dan mengharukan dari sosok bapak lansia di sekitar Kawasan Jalan MT Haryono, Manahan, Solo.

Terlihat laki-laku tua lansia sedang duduk merenggut sambil merokok menggunakan rokok klintingan sambil meratapi dagangan jualan di depannya.

Baca juga: Selama Upacara Ritual Kasada 2021 Berlangsung, Wisata Gunung Bromo Akan Ditutup Untuk Wisatawan

Baca juga: Menikmati Kesegaran Es Kapal Solo, Kuliner Legendaris yang Sudah Ada Sejak 1972

Terlihat sosok bapak tua tersebut menggunakan baju batik  berwarna merah dan ungu, bercelana kain warna hitam, mengenakan tas pingmgang dan   mengenakan sendal jepit hijau.

Didepannya mangkrak sepeda ontel berwarna hitam,  dengan wadah box makanan jualannya bertuliskan 'Terang Bulan'.

Ya dia adalah Masiyah (88) seorang penjual makanan legendaris terang bulan yang sudah berpuluh-puluh tahun mengais rezeki dengan mencari makanan tersebut.

Diketahui dirinya merupakan warga penduduk asli Lumajang, Jawa Timur dan telah merantau di Kota Solo sejak tahun 1985.

Masiyah mengatakan mulai berjualan terang bulan sejak tahun 1975.

"Dari dulu saya jualan terang bulan ini tidak pindah pindah jualan ke yang lain" tambahnya.

Dirinya mengaku sejak awal dirinya berjualan tidak ingin mencoba peruntungan yang lain. 

"Saya tidak ingin pindah jualan, karena dari dulu saya sudah senang berjualan terang bulan," ungkapnya.

"Beberapa banyak yang tahu juga ko, banyak yang nyapa dari warga dan pembeli,"
 katanya.

Dirinya mengaku saat ini tinggal di kawasan PLN Kelurahan Jajar, kecamatan Laweyan, bersama sang istri dan dua orang anak.

"Istri saya ada dirumah ibu rumah tangga, tidak ada kerjaan,'" katanya.

"Anak saya dua duanya perempuan di rumah yang satu SMP yang satu SD," tambahnya.

Menurutnya sudah tiga provinsi sudah ia sambangi untuk berjualan.

"Ya saya pernah jualan di Jawa timur, Semarang, terus ya ini di Solo," ungkapnya.

"Tapi yang paling lama ya di kota Solo, karena banyak juga peminatnya terang bulan ini," katanya.

Dirinya mengatakan setiap hari berjualan keliling di berbagai tempat menggunakan  sepeda ontel yang ia kayuh setiap harinya.

"Dari rumah kadang jam 7 pagi, pulang sore jam 5, sehabisnya juga sih," ungkapnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved