Destinasi Alam Mengagumkan

Berpetualang di Alam Puncak Nglinggo Kulon Progo, Suguhkan Wisata Petualangan Hingga Kuliner

Upaya evaluasi terhadap potensi desa wisata juga diharapkan terus dilakukan dibarengi dengan berbagai inovasi.

Editor: Ekayana
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Pemandangan di air terjun Watu Jonggol yang memiliki ketinggian antara 30 hingga 40 meter. Terletak di Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo. 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Desa Wisata Nglinggo tidak hanya menyuguhkan keindahan alamnya saja, namun juga wisata petualangan, edukasi, dan budaya.

Desa wisata ini berada di Dusun Nglinggo, Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo.

Untuk menuju ke lokasi itu, mereka bisa menjangkaunya dengan menggunakan motor maupun mobil.

Baca juga: Melepas Penat di Kopi Cantel Kulon Progo, Warung Kuliner dengan Nuansa Pedesaan di Lereng Bukit

Baca juga: Berkunjung ke Air Terjun Perawan Kulon Progo, Wisata Alam Tertinggi yang Masih Terjaga Keasriannya

Ketua Pengelola Desa Wisata Nglinggo, Anton Nugroho mengatakan, untuk keindahan alamnya terdapat objek wisata Bukit Ngisis, kebun teh, dan Grojokan Watu Jonggol yang dikelola oleh warga setempat.

Selain itu juga ada Gunung Jarang Nglinggo yang dikelola oleh Pemkab Kulon Progo.

"Tempat-tempat tersebut menghadirkan spot-spot foto yang menarik bagi wisatawan. Apalagi Bukit Ngisis dibuka selama 24 jam dikarenakan banyak tempat untuk menikmati kopi," ucapnya.

Selain itu, juga terdapat wisata petualangan yang bisa digunakan oleh mereka untuk memacu adrenalin.

Seperti kamping, off road, dan trail. Sementara untuk wisata edukasi yang dikelola oleh kelompok tani terdiri dari pembuatan teh, gula aren, kopi, dan pemerasan susu kambing etawa.

Desa wisata Nglinggo juga kaya akan kesenian budayanya meliputi tarian lengger tapeng, jatilan dan, angguk.

"Kami juga menyediakan homestay dan persewaan mobil jip yang dikelola oleh Rimbono Homestay," ucap Anton.

Dengan adanya homestay dan tempat kamping, maka jam operasional di Desa Wisata Nglinggo cenderung 24 jam.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pengelola desa wisata menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat berbasis Cleanlines, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE).

Sehingga wisatawan tidak perlu khawatir apabila berkunjung ke Desa Wisata Nglinggo.

Pengelola destinasi wisata pada Desember 2020 juga telah menambah spot kuliner di Bukit Ngisis.

Untuk masuk ke Bukit Ngisis, wisatawan akan dikenakan biaya voucher sebesar Rp10.000 per orang. Dengan biaya itu, wisatawan nantinya mendapatkan stiker dan minuman teh.

Anton merinci, jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Nglinggo bisa mencapai 200-300 orang ketika akhir pekan. Namun kondisi itu juga tergantung cuaca.

Adapun kendala yang sering dikeluhkan oleh wisatawan yakni akses jalan yang ekstrem dan sempit.

Sehingga sulit bila ada mobil yang berpapasan dan motor matik yang tidak kuat menanjak. Kendala lainnya, penerangan jalan yang masih minim sehingga menyulitkan wisatawan apabila ingin berkunjung pada malam hari.

Sekilas Sejarah

Desa Wisata Nglinggo dirintis sekitar 2007. Saat itu, baru melayani paket bermalam di rumah penduduk.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved