Obyek Wisata Sragen

Pasar Bahulak di Sragen, Sajikan Makanan Dengan Konsep Tempo Dulu, Wisatawan Wajib Berkunjung

Pasar Bahulak menyuguhkan nuansa pasar zaman dahulu, yang hanya beratapkan daun pepohonan dan beralaskan tanah.

Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/SEPTIANA AYU LESTARI
Pasar Bahulak di Dusun Sawahan, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SRAGEN - Sebuah pasar di Kabupaten Sragen in iberhasil memikat pengunjung dengan suasana jaman dulu atau jadoel.

Pasar yang tak pernah sepi dari pengunjung tersebut bernama Pasar Bahulak.

Pasar Bahulak berlokasi di Dusun Sawahan, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen atau sekitar 15 Km dari pusat Kota Sragen.

Baca juga: Warung Aneka Sayur dan Soto di Pasar Kliwon Jual Masakannya Hanya Rp 5 Ribu, Pembeli Tak Pernah Sepi

Baca juga: Di Pasar Ikan Balekambang Solo, Pelanggan Rela Antre 3 Jam Hingga Rebutan Demi Ikan Murah Incaran 

Pasar Bahulak menyuguhkan nuansa pasar zaman dahulu yang kiosnya hanya beratapkan daun pepohonan dan beralaskan tanah.

Selain itu, makanan yang dijual semuanya khas zaman dulu, seperti gethuk, pecel, sambal tumpang, nasi jagung, tiwul, dan lainnya.

Warung para pedagang di Pasar Bahulak, Sragen
Warung para pedagang di Pasar Bahulak, Sragen (TRIBUNSOLOTRAVEL/SEPTIANA AYU LESTARI)

Total terdapat 70 pedagang yang siap melayani pengunjung, dengan ramah dan penuh kehangatan.

Kepala Desa Karungan, Joko Sunarso mengatakan Pasar Bahulak sengaja dibentuk untuk mengobati rasa rindu masyarakat terhadap makanan jadul.

"Pasar Bahulak ini ada, bagaimana kita bisa menampilkan kenangan-kenangan makanan jaman dulu, yang saat ini langka, di pasar modern maupun di tengah masyarakat," katanya, Minggu (30/5/2021).

Mulai ada sejak September 2020 lalu, Pasar Bahulak dibuka dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.

Penukaran uang di Pasar Bahulak, Sragen
Penukaran uang di Pasar Bahulak, Sragen (TRIBUNSOLOTRAVEL/SEPTIANA AYU LESTARI)

Semakin siang pengunjung yang datang semakin banyak, yang datang bersama keluarga maupun teman satu komunitas.

Tidak hanya dikunjungi orangtua yang rindu makanan zaman dulu, namun juga banyak milenials yang datang.

Pasar Bahulak hanya dibuka setiap hari Minggu Pahing dan Minggu Legi berdasarkan perhitungan kalender Jawa.

Cara bayarnya pun berbeda dengan yang lainnya, yakni menggunakan koin dari tempurung batok kelapa.

1 koinnya bernilai Rp 2000, yang dapat ditukar di pintu masuk Pasar Bahulak.

Salah satu pengunjung, Murti mengatakan sistem pembayaran yang unik itulah, yang banyak dicari pengunjung.

"Ya memang yang dicari uniknya kan, kalau kita pakai uang kan nggak ada bedanya, sama kayak di pasar umumnya, Pasar Bahulak kan uniknya itu," ujarnya.

Murti menambahkan, makanan yang disajikan pas dengan harga yang sepadan.

"Harganya standar, rasa makanannya juga sudah lumayan masuk, apalagi ditambah ada live musik tambah betah," ungkapnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved