Berita Terbaru Solo Raya

Tak Ingin Kasus Pecel Lele di Yogyakarta Terjadi di Solo, Pemkot Kini Wajibkan Warung Ada Buku Menu

Sebenarnya, isu permainan harga sempat menerpa salah satu kawasan kuliner populer Solo, Gladag Langen Boga (Galabo) medio 2012, khususnya kuliner mala

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL
Galabo Solo di malam hari 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tak mau kasus viralnya harga pecel lele Malioboro Yogyakarta terjadi di wilayahnya.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, kasus tersebut tentu bisa menjadi pembelajaran bagi para pedagang kuliner.

Baca juga: Akhir Pekan, Wisatawan Asal Jawa Timur Kini Mulai Padati Kawasan Wisata Tawangmangu

Baca juga: Jadwal KRL Solo-Yogyakarta Kembali Normal, Sehari Ada 27 Perjalanan

"Kita belajar dari tempat - tempat wisata lain. Jangan sampai pas lebaran atau libur panjang atau long weekend, ada yang memainkan harga," kata Gibran, Minggu (31/5/2021).

Sebenarnya, isu permainan harga sempat menerpa salah satu kawasan kuliner populer Solo, Gladag Langen Boga (Galabo) medio 2012, khususnya kuliner malam.

Hal tersebut karena sejumlah pembeli merasa harga di tempat tersebut terlalu mahal.

Setali tiga uang, lokasi Galabo perlahan sepi dan para pedagang menjerit.

Gibran tidak ingin kejadian semacam itu kembali terulang. Apalagi, layanan Galabo saat ini terus berbenah.

Oleh karenanya, para pedagang, termasuk di kuliner malam Galabo harus menyertakan daftar harga.

"Makanya, semua warung harus punya buku menu yang disertai harga. Harga harus terbuka," ucapnya.

Selain itu, para pembeli juga diminta turut aktif bertanya mengenai harga makanan yang dijual.

"Kalau pembeli monggo silahkan sebelum beli, tanya menunya dan dilihat dulu harga," ucapnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved