Obyek Wisata Kota Solo

Museum Batik Danar Hadi Solo Miliki 1253 Koleksi Kain Batik, Wisatawan Juga Bisa Belajar Sejarah

Museum Batik Danar Hadi adalah museum pribadi milik pengusaha batik asal Kota Solo, H. Santosa Doellah.

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/FRISTIN INTAN SULISTYOWATI
Suasana Museum Batik Danar Hadi Solo, Sabtu (29/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Ribuan ragam rupa batik tersimpan di Batik Danar Hadi Solo'>Museum Batik Danar Hadi Solo, museum batik yang memiliki batik kuno sebanyak 1253 kain.

Batik kuno ini merupakan peninggalan Keraton Solo, Keraton Yogyakarta, Puro Mangkunegaran, hingga batik peninggalan zaman kolonial Belanda.

Baca juga: Rumah Heritage Batik Keris di Solo Ini Tawarkan Beragam Koleksi Fashion dan Aneka Produk UMKM

Baca juga: Pandemi, Bukit Sekipan Tetap Buka, Tawarkan Puluhan Spot Selfi dan Wahana Permainan

Museum berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Nomor 261, Laweyan, Solo dan didirikan sejak tahun 1967.

Museum Batik Danar Hadi adalah museum pribadi milik pengusaha batik asal Kota Solo, H. Santosa Doellah.

Museum Batik Danar Hadi dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 wib hingga 16.30 WIB.

Untuk berkunjung disini pengunjung wajib membayar tiket sebesar Rp 35000 untuk umum, dan Rp 15000 untuk pelajar/mahasiswa.

Pengunjung saat mendapat penjelasan mengenai batik di Museum Batik Danar Hadi Solo, Sabtu (29/5/2021)
Pengunjung saat mendapat penjelasan mengenai batik di Museum Batik Danar Hadi Solo, Sabtu (29/5/2021) (TRIBUNSOLOTRAVEL/FRISTIN INTAN SULISTYOWATI)

Pengujung akan dipandu oleh guide untuk menjelaskan seluk beluk dari museum tersebut.

Manajer Batik Danar Hadi, Asti Suryo Astuti, menjelaskan saat proses mengelilingi bisa belajar akan sejarah dan makna dari setiap helai batik dari berbagai daerah.

"Seperti halnya motif batik kawung, kalau di Yogja untuk bangsawan sedangkan kalau di Solo untuk Abdi Dalem, jadi beda makna pemakian di setiap daerah," jelasnya kepada TribunSolo.com pada Kamis (27/5/2021).

Para pengunjung juga dapat melihat proses pembuatan batik bahkan bisa mengikuti workshop pembuatan batik secara langsung.

Selain itu, para pengunjung juga dapat membedakan batik asli dengan kain motif batik dari hasil printing yang selama ini diproduksi oleh pabrik.

"Ada perbedaan kalau kain motif batik printing itu, jika kainnya dibalik maka kain sebaliknya itu berwarna putih polos. Beda dengan batik asli yang melalui banyak proses seperti nyanting, ngecap, pewarnaan, pengikatan warna, yang menjadikan kain tersebut warnanya sama dengan warna yang di depannya,” jelasnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved