Berita Terbaru Solo Raya

Jadwal KRL Solo-Yogyakarta Kembali Normal, Sehari Ada 27 Perjalanan

Kini, sekitar 9 ribu orang melakukan perjalanan dengan KRL Solo-Yogyakarta setiap harinya.

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/ILHAM OKTAFIAN
Suasana di dalam Krl Solo-Yogya 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM,SOLO - Perjalanan KRL Solo-Yogyakarta kembali normal sejak mudik lebaran 2021.

Kini, sekitar 9 ribu orang melakukan perjalanan dengan KRL Solo-Yogyakarta setiap harinya.

Baca juga: Selama Bulan Ramadan, KAI Izinkan Penumpang Buka Puasa di KRL Solo-Jogja

Baca juga: Jangkauan Layanan KRL Solo-Jogja Akan Diteruskan sampai Kutoarjo dan Madiun

Angka ini jauh lebih tinggi sejak pemberlakuan masa mudik beberapa waktu lalu.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengatakan pada masa mudik lebaran 2021, hanya dioperasikan 20 perjalanan kereta api KRL saja.

“Perhari ini, sebanyak 27 Perjalanan diberangkatkan. Kembali dioperasikan dengan normal,” kata Anne, Sabtu (29/5/2021).

Menurutnya, pihak PT. KCI mencatat antusias para pengguna di Solo hampir sama seperti di kawasan Jabodetabek.

“Ya antusisas pengguna KRL di akhir pekan memang selalu banyak. Kemarin pun saat libur puasa KRL perjalanan aglomerasi tetap diijinkan” katanya.

“Dari evaluasi pengguna KRL di bulan ramadan kemarin sebanyak 121.417 orang kami layani,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Kepala Stasiun Solo Balapan, Suharyanto dilihat dari penjualan kartu multi trip (KMT) selama Lebaran untuk rute tersebut hampir mencapai 8.000 lembar.

“Hal tersebut artinya masyarakat antusias melakukan perjalanan dengan menggunakan KRL,” kata Suharyanto, Jumat (28/5/2021).

“Karena tingginya permintaan tersebut, rangkaian KRL yang awalnya hanya terdiri dari stamformasi (SF) empat kereta, untuk saat ini ditambah menjadi delapan/rangkaian,” paparnya.

Meskipun adanya okupansi penumpang yang terus meningkat pihak KCI memastikan bisa menjamin protokol kesehatan.

“Isi nya kita batasi, 74 orang per kereta, dan ada sistem kuota,” ujar Anne.

“Tidak bisa semuanya naik, menunggu krl selanjutnya,” tambahnya.

Disampikan jika memang lonjakan luar biasa terjadi pihaknya telah menyediakan beberapa kereta cadangan.

“Kami melihat kondisi di lapangan dan jika memang nanti membludak kami telah menyediakan beberapa kerta tambahan,” ujarnya.

“Update informasi perjalanan pun bisa dilihat di aplikasi resmi KRL,” tandasnya.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved