Kuliner Enak di Sragen

Mencoba Keunikan Rasa Kuliner Nasi Jagung Goreng di Sragen, Pembeli Sampai Rela Antri

Jenis kuliner ini kerap disajikan dengan berbagai olahan, mulai dimakan biasa dengan lauk sayur namun ada juga yang disajikan dengan digoreng.

Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/SEPTIANA AYU LESTARI
Nasi Jagung Goreng Pak Gemok, di Alun-Alun Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SRAGEN - Nasi jagung merupakan jenis makanan tempo dulu yang masih diminati hingga kini.

Makanan ini merupakan olahan dari jagung tua yang sudah dipipil dan dihaluskan dan memiliki cita rasa yang unik.

Baca juga: Kuliner Legendaris Es Buah Bunuh Diri di Solo, Ada Makna Unik di Balik Namanya

Baca juga: Menikmati Kuliner Roti Kembang Waru, Kuliner Mewah Zaman Mataram Islam di Yogyakarta

Jenis kuliner ini kerap disajikan dengan berbagai olahan, mulai dimakan biasa dengan lauk sayur namun ada juga yang disajikan dengan digoreng.

Penjual nasi goreng jagung ini saat ini sudah tak terlalu banyak ditemui namun, di Sragen terdapat satu penjual yang saat ini berjualan jenis makanan tersebut.

Yakni Sugiyanto Gemok bersama istrinya, Sri Murni mulai menjual nasi jagung goreng di alun-alun Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen sejak 2020.

Lapak Nasi Jagung Goreng Pak Gemok, di Alun-Alun Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen
Lapak Nasi Jagung Goreng Pak Gemok, di Alun-Alun Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen (TRIBUNSOLOTRAVEL/SEPTIANA AYU LESTARI)

Kuliner unik tersebut ternyata banyak diminati oleh masyarakat,.

Tak tanggung-tanggung, sejak dibuka pukul 17.00 WIB, nasi jagung goreng kreasinya habis diborong pembeli hanya dalam wakti 2 jam.

"Buka mulai jam 5 sore, jam 7 malam itu sudah habis, hanya dalam kurun waktu 2 jam terjual 100 porsi," kata Gemok, Selasa (25/05/2021). 

Tidak hanya digemari masyarakat sekitar, ternyata makan ini juga menarik pembeli dari luar Kecamatan Gesi. 

"Malah yang beli nggak hanya warga sini aja, banyak yang datang dari Sragen Kota, Banaran, mereka pada penasaran," ujarnya. 

Selain rasanya yang unik, 1 piring penuh nasi jagung goreng hanya dibanderol dengan harga Rp 8 ribu. 

Pembeli asal Sragen Kota, Ana Dwi membuktikan keunikan rasa nasi jagung goreng, yang jarang ada tersebut. 

"Rasanya unik, sebelumnya belum pernah mencoba nasi jagung goreng seperti ini, saya rasa hanya ada disini," kata dia. 

Proses pembuatan nasi jagung goreng ini tidak jauh berbeda dengan nasi goreng biasa. 

"Proses pembuatannya sama seperti nasi goreng biasa, yang membedakan kita tambah irisan daun jeruk," kata Sri Sumarni. 

Bumbu nasi jagung goreng terdiri dari ulegan cabai, bawang merah, bawang putih ditambah racikan bumbu lainnya. 

Bumbu yang telah halus dimasak hingga harum, yang kemudian nasi jagung dan irisan daging ayam dimasukkan ke dalam wajan, lalu diaduk hingga merata. 

Nasi jagung goreng siap dihidangkan, dengan tambahan irisan mentimun, tomat, dan telur goreng. 

Meski mulai digemari masyarakat, Pak Gemok mengeluhkan susahnya mendapatkan bahan baku nasi jagung, yang kini mulai jarang ditemui. 

"Bahan bakunya yang nggak ada, jagung yang digunakan jagung putih atau jagung jawa, mau nambah porsi gak bisa," terangnya. 

Jagung putih dipilih karena rasanya lebih enak jika dibanding dengan jenis jagung lainnya. 

"Enaknya jagung putih, kalau jagung kuning kan untuk ternak, rasanya beda," pungkasnya.(*) 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved