Kuliner Enak di Solo

Mencicipi Sate Kere Legendaris Ala Mbah Yem di Kemlayan Solo, Murah dan Tak Bikin Kantong Kere

Sate kere yaitu  makanan yang merupakan salah satu makanan khas Solo yang terdiri dari gembus dan jeroan sapi yang dibakar.

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/AZFAR MUHAMMAD
Sate kere ala Mbah Yem penjual sate Kere di kawasan Kelurahan Kemlayan, Selasa (25/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO -  Kota Solo seakan tak pernah kehabisan tempat untuk berburu kuliner.

Mulai dari jajanan tradisional yang legendaris hingga jajanan kekinian.

Baca juga: Mencicipi Serabi Kocor di Pinggir Jalan Bantul Km 6, Sudah Ada Sejak 1998

Baca juga: Kerap Diburu Wisatawan, Serabi Notosuman Jadi Oleh-Oleh Wajib Kota Solo Yang Legendaris

Tak terkecuali dengan salah satu kuliner yang wajib warga solo coba yaitu Sate kere ala mbah Yem. 

Sate kere yaitu  makanan yang merupakan salah satu makanan khas Solo yang terdiri dari gembus dan jeroan sapi yang dibakar kemudian dilumuri bumbu kacang.

Adapun lokasi dari Sate kere legendaris mbah Yem di kawasan  Jalan Sukoreno Kelurahan Kemlayan Kecamatan Serengan, Solo dibelakang Plaza Singosaren. 

Memiliki lapak sederhana Mbah Yem menjual satenya di pinggir jalan dengan meja kecil, payung, dan beberapa barang dagangan berisi sate, nampan berisi bumbu dan satu alat pemanggang sate yang sudah gosong .

Penjual Sate Kere, Maridiyem (80) atau kerap akrab disapa mbah Yem  tetap semangat berjualan di siang hari.

Dirinya mengatakan sudah sekitar 65 tahun berjualan Sate Kere di kota Solo. 

“Ya sudah sejak saya berumur 15 tahun berjuan dari dulu tidak pernah ganti ganti.” Kata Yem, Selasa (25/5/2021). 

“Harganya juga murah terjangkau dibanding yang lain,” kata mbah Yem. 

Untuk harga yang dijual dirinya mengatakan di zaman saat ini itu sudah termasuk yang murah. 

“Untuk sate kerenya per tusuknya Rp 3 Ribu, untuk sate yang tempe nya Rp 800,” ungkapnya.

Dirinya pun membanggakan bumbu saus kacang pedas yang ia tumbahkan keatas sate merupakan asli buatan dirinya sendiri.

“Bumbunya ini asli, saya tunbuk sendiri cabe nya fresh, tanpa pengawet, cobaik deh enak tenan,” katanya.

Adapun Mbah Yem menyajikan sate kere yang telah ia bakar  diatas lipatan kertas minyak dan dialasi daun pisang.

Sate kere buatan Mbah Yem tampak menggoda dengan tuangan sambal kacang yang banyak. 

“Bisa juga ditambah kupat atau lontong dengan harga Rp. 2 Ribu,” katanya.

“Bisa cocok untuk menemani makan siang dan dipadukan dengan sate serta bumbu kacangnya,” tandasnya. (*) 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved