Kuliner Enak di Solo

Kuliner Legendaris Sate Kere Mbah Yem di Solo, Sudah Berjualan Sejak 1956

Pemilik warung, mbah Maridiyem atau kerap disapa mbah Yem merupakan pembuat kuliner tradisional sate kere ini.

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/AZFAR MUHAMMAD
Sate kere Mbah Yem Solo 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Kuliner Legendaris Sate Kere Mbah Yem di Kawasan Kelurahan Kemlayan, Solo merupakan salah satu dari ratusan kuliner trasdisional yang ada di Kota Solo.

Jenis kuliner Sate Kere Mbah Yem ini rupanya banyak diminati oleh masyarakat Solo.

Selain harganya yang murah, makanan ini juga cukup nikmat dimakan saat jam makan siang.

Baca juga: Mencicipi Sate Kere Legendaris Ala Mbah Yem di Kemlayan Solo, Murah dan Tak Bikin Kantong Kere

Baca juga: Tawarkan Kuliner yang Berbeda, Warung Apung di Waduk Kedung Ombo Jadi Primadona Selama Belasan Tahun

Pemilik warung, mbah Maridiyem atau kerap disapa mbah Yem merupakan pembuat kuliner tradisional ini.

Lewat tangan terampilnya, warga asal Tirtoyasan yang telah berusia 80 tahun ini masih mampu meracik Sate Kere bagi pembelinya.

Kepada TribunSoloTravel.com, Mbah Yem bercerita bahwa dirinya sudah berjualan sejak 1956.

Mbah Yem merupakan warga Kelurahan Srengan Tirtotiyasan yang sudah lama mengawali peruntunganya sebagai penjual sate kere.

Meskipun sudah berumur, namun semangat Mbah Yem untuk terus berjualan patut diacungi jempol

"Sudah dari sejak 15 tahun saya jualan sate kere di Solo, bahkan sejak tahun 1965," kata Mbah Yem, Selasa (25/5/2021).

"Dari dulu tak pernah pernah gonta ganti, dari dulu saya jualan sate ini (sate kere)," katanya.

Dirinya mengatakan sejak awal berjualan dirinya kerap keliling  ke pasar dan kampung di daerah purwosari dan sekitarnya.

"Kalau tidak di kelilingkan nanti tidak laku, kalau sekarang ya saya  di lapak saja di depannya  kelurahan Kemlayan," katanya.

Mbah Yem terlihat masih lincah saat membuatkan pesanan sate kere bagi pelanggannya.

Setiap hari dibantu sang anak, dirinya membuka lapak jualan nya di samping kelurahan.

"Saya jualan setiap hari, kadang kalau capek yah saya istirahat atau libur" katanya.

Dirinya juga menyampaikan  dirinya berjualan sejak pagi hari  dari jam 10.00 WIB - 16.30 WIB.

"Tapi kalau ashar sudah habis atau laku ya pulang ke rumah," katanya.

"Kalau capek ya libur, tapi kalau sepi atau tidak ada acara keluarga ya saya buka," ungkapnya.

Setiap hari dirinya membeli bahan jualanya di Pasar Gemblegan sejak subuh mulai pukul 5.00 pagi.

Bahan tersebut dia bawa pulang lalu dimasak.

"Kalau sepi saya juga kadang diam saja di rumah, atau pas harga daging nya mahal saya tidak jualan kaya pas lebaran," tambahnya.

Adapun lokasi dari Sate kere legendaris mbah Yem di kawasan  Jalan Sukoreno Kelurahan Kemlayan Kecamatan Serengan, Solo dibelakang Plaza Singosaren.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved