Pengunjung Membludak, Objek Wisata Rahtawu di Kudus Akhirnya Ditutup

Kepala Desa akhirnya menerjunkan relawan yang terdiri dari Destana, Banser, dan Karang Taruna untuk melakukan pengecekan.

Editor: Ekayana
TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN
Setelah jumlah pengunjung semakin bertambah dan tidak terkendali. Pemerintah Desa Rahtawu melakukan penutupan bagi wisatawan 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Pemerintah Desa Rahtawu menutup objek wisata setelah jumlah pengunjung membludak. Penutupan itu berlangsung sekira pukul 13.00 WIB. Akibatnya, sejumlah pengunjung yang mau masuk harus putar balik.

Kepala Desa Rahtawu Didik Ariyadi mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Polsek Gebog, dan Camat Gebog. Penutupan itu, kata dia, untuk kebaikan bersama.

Baca juga: Warung Apung di Rowo Jombor Klaten Tak Akan Bisa Lagi Dikunjungi Wisatawan, Mengapa?

Baca juga: Wisata Kuliner Galabo Solo Nasibmu Kini, Jaya di Era Jokowi, Isu Kalkulator Rusak Bikin Pembeli Lari

"Wisatawan yang dari pagi terlalu asyik main di sungai, sehingga menumpuk. Kita pantau setelah jam 12.00 hingga 13.00 Wib makin tidak terkendali. Akhirnya kami ambil keputusan untuk ditutup," kata Didik kepada Tribun Jateng, Kamis, (20/5/2021).

Menurutnya, jumlah wisatawan yang sudah berada sekira 20 ribu orang. Hasil pemantauan di rumah makan juga sudah dipenuh pengunjung semua. Untuk itu dilakukan penutupan pada siang hari.

Didik menyampaikan pihaknya juga menerjunkan relawan yang terdiri dari Destana, Banser, dan Karang Taruna untuk melakukan pengecekan terhadap pengunjung yang mau masuk ke Rahtawu.

Jika ada pengunjung yang tidak pakai masker, kata dia, maka tidak diperbolehkan masuk.

Salah seorang relawan Wawan (22) menceritakan, sejak pagi hingga siang banyak menjaring pengunjung yang tidak pakai masker. Setiap mendapati ada yang tidak pakai masker, kata dia, akan diberhentikan dan disuruh pakai masker. Kalau tidak punya langsung disuruh beli.

Menurutnya, kebanyakan pengunjung dari kalangan anak muda yang tidak pakai masker.

Sementara itu, salah seorang pengunjung Lina (18) menceritakan ketika perjalanan menuju Rahtawu kondisi jalan sudah ramai. Saat mau masuk, ucap dia, diperika oleh relawan. Pengunjung yang tidak pakai masker suruh pakai masker, yang tidak punya suruh beli.

Daya tarik Rahtawu ada pada sajian pemandangan alamnya. "Sudah dua kali di sini. Pemandangannya alami. Udaranya juga sejuk," kata perempuan berkacama itu.

Menurutnya, banyak orang ke Rahtawu untuk menikmati udara sejuk dan melihat pemandangannya. Momen lebaran kupat seperti saat ini, ucap dia, Rahtawu jadi obyek wisata yang menarik dikunjungi. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul: Jumlah Pengunjung Membludak, Objek Wisata Rahtawu Ditutup

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved