Berita Indonesia Terbaru

Sertifikasi Destinasi Wisata Berkelanjutan Akan Diteruskan Kemenparekraf

Tidak hanya melanjutkan program sertifikasi, Kemenparekraf akan menjalani beberapa program pariwisata ramah lingkungan.

Editor: Ekayana
HANDOUT/BOPLBF)(HANDOUT/BOPLBF
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Program sertifikasi destinasi pariwisata berkelanjutan akan diteruskan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Program tersebut merupakan upaya verifikasi dan sertifikasi destinasi yang telah mengimplementasikan standar destinasi pariwisata berkelanjutan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat Weekly Briefing pada Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Wisatawan Membludak Saat Libur Lebaran, Kemenparekraf Akan Perbaiki

Baca juga: Keindahan Goa Terawang Blora, Tempat Wisata Berumur 10 Juta Tahun yang Mengagumkan

Berdasarkan laman Badan Standardisasi Nasional (BSN) pada 27 September 2019, pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan pada masa kini dan masa depan.

Selain dapat diterapkan ke berbagai bentuk aktivitas pariwisata, pariwisata berkelanjutan juga dapat memenuhi kebutuhan wisatawan, industri, lingkungan, dan warga lokal.

Pariwisata berkelanjutan juga merupakan salah satu tren pariwisata yang sempat dijelaskan oleh Sandiaga pada 3 Mei 2021.

Kurangi jejak karbon

Tidak hanya melanjutkan program sertifikasi, Kemenparekraf akan menjalani beberapa program pariwisata ramah lingkungan, di antaranya mengembangkan pengelolaan sampah plastik di destinasi wisata dan carbon footprint (jejak karbon).

Adapun berdasarkan riset Nature Climate Change di tahun 2018, carbon footprint dari industri pariwisata skala global menyumbang delapan persen emisi karbon dunia, terutama dari segi transportasi, belanja, dan makanan.

“Kita juga sedang menjajaki (program pengurangan) carbon footprint. Konsepnya seperti kalkulator, kita masuk ke suatu destinasi wisata, nanti muncul jumlah karbon atau skema carbon footprint calculator di tiap destinasi wisata,” ujar Sandiaga. Ia berharap agar langkah tersebut dapat meningkatkan awareness dan mendorong masyarakat untuk mengurangi emisi karbon.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Kemenparekraf Akan Teruskan Sertifikasi Destinasi Wisata Berkelanjutan

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved