Berita Terbaru Solo Raya

Tak Bisa Nongkrong di Tawangmangu, Pengendara Motor Ini Terpaksa Harus Putar Balik Saat Penyekatan

Warga yang gagal melintas perbatasan tidak hanya Devina saja, ada puluhan orang lainnya dari Jawa Timur.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/MUHAMMADA IRFAN AL AMIN
Beberapa remaja yang gagal nongkrong ke Tawangmangu karena terhalau pos penyekatan Magetan-Karanganyar pada Sabtu (8/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, KARANGANYAR - Penyekatan yang berada di wilayah Karanganyar khususnya Tawangmangu saat ini dijaga semakin ketat.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah pemudik masuk atau keluar dari Karanganyar.

Salah satu pengendara sepeda motor yakni Devina dan ketiga kawannya harus gigit jari, saat akan melintas perbatasan Magetan-Karanganyar tepatnya di depan Cemoro Sewu.

Mereka dihadang oleh aparat kepolisian dan diperintahkan untuk putar balik.

Devina dan ketika temannya yang terbiasa melepas penat atau sekedar berfoto di area wisata Tawangmangu, kini dengan berat hati harus putar balik kembali ke Magetan.

Baca juga: Cegah Gelombang Ketiga Pandemi Covid, Sandiaga Minta Masyarakat Prokes Ketat Saat Idul Fitri

Baca juga: SIKM Dianggap Merepotkan, Juliyatmono Kini Bebaskan Warga Solo Raya Keluar Masuk Karanganyar

"Padahal kemarin boleh, saya kaget tiba-tiba ada cegatan," katanya, Sabtu (8/5/2021).

Warga yang gagal melintas perbatasan tidak hanya Devina saja, ada puluhan orang lainnya dari Jawa Timur yang harus menelan pil pahit tidak bisa menikmati indahnya pesona Tawangmangu.

Menurut Kasatlantas Polres Magetan, AKP Nugroho, pihaknya telah menghalau kendaraan hingga mencapai lebih dari 300 kendaraan sedari Kamis (6/5/2021) lalu.

"Ada 325 kendaraan yang melintas selama 2 hari ini dan hanya 10 persen yang bisa kami izinkan untuk lalu lalang," ujarnya.

Mereka yang mendapat izin adalah warga sekitar yang kehidupa ekonominta bergantung pada area Tawangmangu dan Magetan secara berdampingan.

"Kalau kami halau semua kasihan masyarakat yang sedang mencari nafkah," terangnya.

"Sehingga kalau ada masyarakat yang mengeluh karena harus kami suruh putar balik, kami minta maaf," jelasnya.

"Tapi saya yakin mereka paham, bahwa ini demi kebaikan bersama dan sudah diinfokan sebelumnya melalui sosialisasi," ungkapnya.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved