Berita Terbaru Solo Raya

Larangan Mudik, Pengusaha Bus Solo - Wonogiri Pangkas Jumlah armada Hingga 75 Persen

Sebanyak 542 perantau sudah masuk ke Kota Solo per 3 Mei 2021 atau sebelum diberlakukannya pelarangan mudik mulai 6 Mei 2021 sampai 17 Mei 2021.

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/AGIL TRI
Terminal Induk Tipe A Giri Adipura Wonogiri yang menjadi tumpuan pemudik, Jumat (27/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Para penyedia jasa transportasi bus antar kota dalam provinsi (AKDP) juga terkena imbas penerapan larangan mudik. 

Mereka harus menerima nasib jumlah penumpang berpotensi terjun bebas selama penerapan itu.

Apalagi, sejumlah bus antar kota antar provinsi (AKAP) akan setop operasional mulai 6 Mei 2021.

Baca juga: Ratusan Perantau Luar Kota Masuk Solo, Pemkot Belum Berlakukan Karantina, Mengapa?

Baca juga: Mendekati Lebaran 2021, Karanganyar Siapkan Pos Penjagaan di 8 Lokasi: 350 Personel Diterjunkan

Mandor bus, Catur menjelaskan bus jurusan pulang pergi Solo - Wonogiri menjadi satu yang terdampak.

Itu karena 85 persen penumpangnya berasal dari bus AKAP yang melanjutkan perjalanan. 

"Dampaknya besar sekali dengan adanya penyekatan. Kalau lingkup lokal kemungkinan tidak bisa merayakan berkah lebaran," kata dia, Senin (3/5/2021).

"Kru bus sudah menangis," tambahnya. 

Ditambah, pemasukan mereka sudah terperas gegara pandemi Covid-19. Jumlah penumpang tiarap. 

Baca juga: Ratusan Perantau Luar Kota Masuk Solo, Pemkot Belum Berlakukan Karantina, Mengapa?

Baca juga: Jangan Ngeyel, Wali Kota Solo Gibran Minta Warga Tidak Mudik Lebaran 2021

"Jumlah penumpang yang dibawa tidak pasti. Bus Solo - Wonogiri bawa 10 penumpang saja itu sudah juara," ucap Catur. 

"Bila besok (saat masa larangan mudik) dipaksakan beroperasi, kemungkinan penumpang kosong," tambahnya. 

Selain berkurangnya jumlah penumpang, pandemi Covid-19 membuat perusahaan otobus AKDP mengurangi jumlah armada yang beroperasional. 

Mereka memangkas hingga 75 persen dari total jumlah.

"Minimal 5 armada yang jalan. Itu dampak wabah pandemi Covid-19," ucapnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved