Wisata Sejarah Dunia

Keraton Kerto, Kerajaan Kedua Mataram Islam yang Kini Seakan Menghilang, Hanya Tersisa Lahan Kosong

Dalam perjalanannya hingga terbagi menjadi dua kerajaan seperti sekarang ini, Mataram Islam total memiliki lima keraton.

Editor: Ekayana
Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya
Umpak atau alas tiang kayu dari Keraton Mataram Islam di Kerto 

Orang yang tak tahu mungkin tidak sadar kalau di sana dulu pernah berdiri istana salah satu kerajaan terbesar di Indonesia. Hal itu wajar karena peninggalan bangunan keraton nyaris tidak ada lagi.

Peninggalan Keraton Kerto yang tersisa hanyalah tiga umpak (alas tiang kayu) dari batu andesit. Ukuran umpak ini cukup besar, yakni 85 cm x 85 cm dengan tinggi sekitar 65 cm.

Kini yang ada di Situs Kerto hanyalah dua umpak. Umpak satu lagi sekarang menjadi umpak dari saka tunggal (satu tiang penyangga utama) Masjid Saka Tunggal di daerah Taman Sari atas perintah Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Lokasi umpak berada diperkirakan merupakan Siti Hinggil Keraton Kerto

Pusat Kerajaan yang Kembali Berpindah

Pusat Kerajaan Mataram Islam kembali berpindah usai Sultan Agung wafat pada tahun 1645. Kali ini pemindahannya adalah dari Kerto ke Pleret yang hanya berjarak sekitar dua kilometer.

Pemindahan itu dilakukan pada masa pemerintahan anak Sultan Agung, Raden Mas Sayidin.

Ia naik tahta menjadi Raja Mataram Islam bergelar Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Agung atau yang lebih dikenal sebagai Amangkurat I.

Sampai saat ini, tidak ada alasan yang jelas mengapa Amangkurat I memindahkan kembali pusat kerajaan dari Kerto ke Pleret yang jaraknya tidak jauh.

Konon sejak pemindahan itu, Keraton Kerto ditinggalkan begitu saja dan tidak terawat.

Konstruksi bangunan yang sebagian besar menggunakan kayu pun menjadikan Keraton Kerto perlahan dihancurkan oleh alam.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Situs Kerto, Keraton Kedua Mataram Islam yang Seakan Menghilang

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved