Berita Terbaru Solo Raya

Perantau Klaten Dibolehkan Pulang Sebelum 6 - 17 Mei 2021 Tapi Harus Isolasi Mandiri

Keenam titik pemantauan tersebut berada di semua stasiun, terminal serta perbatasan-perbatasan di Kabupaten Klaten.

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/MARDON WIDIYANTO
Terminal Ir Soekarno Kelas A Klaten, Kamis (1/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, KLATEN - Perantau asal kabupaten Klaten tetap diperbolehkan pulang ke Klaten sebelum tanggal 6- 7 Mei 2021 atau hari raya Idulfitri 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Namun dengan syarat yakni wajib negatif Covid-19.

Baca juga: Buka Bersama Secara Prasmanan, Satu Hotel di Solo Diperingatkan Satpol PP

Baca juga: Antisipasi Pemudik Curi Start, Polres Sragen Dirikan Posko Penyekatan di 3 Titik, Ini Lokasinya

Plt Kepala Dinas Perhubungan Klaten Sudiyarsono mengatakan saat perantau tiba di terminal, mereka akan dicek oleh petugas.

"Nanti yang masuk terminal akan dicek apakah sudah punya surat tugas atau surat kesehatan negatif Covid-19 atau tidak," ungkap Sudiyarsono, Selasa (20/4/2021).

Selain itu, ia mengatakan perantau yang memenuhi kriteria tersebut, tidak bebas berkeliaran sembarang tempat.

Pasalnya, mereka akan diwajibkan untuk jalani karantina mandiri di rumah.

"Mereka tetap wajib istirahat di rumah masing-masing demi kesehatan bersama," tutur Sudiyarsono.

Selain itu, ia mengaku pihaknya membuat 6 titik pemantauan mudik di Kabupaten Klaten.

Keenam titik pemantauan tersebut berada di stasiun, terminal serta perbatasan-perbatasan di Kabupaten Klaten.

"Ada 6 titik pemantauan mudik yang kita siapkan, tempat tersebut tersebar di Delanggu hingga Prambanan," ujarnya

Lanjut, ia mengatakan ada sebanyak 50 personel gabungan yang akan bertugas di keenam titik

50 personel itu terdiri dari unsur Dishub, TNI, Polri, dan Satpol PP Klaten.

"Posko ini dimulai tanggal 6-17 Mei 2021, tapi untuk titik pemantauan di Prambanan akan kita fungsikan lebih awal yaitu 1-5 Mei," pungkasnya .

Terpisah, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi mengatakan penyekatan di wilayah perbatasan, terutama di Prambanan akan dilakukan H-7 sebelum lebaran.

Dalam penyekatan di Prambanan, Klaten akan dilakukan skala prioritas.

"Skala prioritas yang dimaksud yakni bagi masyarakat klaten yang kerja di Jogja dan sebaliknya tidak dilakukan penyekatan," ujar Ahmad, saat ditemui TribunSoloTravel.com, Selasa (20/4/2021).

Ahmad mengatakan penyekatan nanti akan difokuskan di luar plat Solo dan Jogja.

Nantinya jika ada kendaraan yang tidak berplat AD maupun AB, akan diperingatkan secara halus dan menghimbau putar balik

"Jika ada yang masih nekat, kita putar balikan arah secara paksa," tegasnya.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved