Berita Indonesia Terbaru

Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Masyarakat Diminta Patuhi Aturan

Harapannya semua destinasi wisata, ekonomi kreatif, dan sentra-sentra ekonomi kreatif menyiapkan diri dan mematuhi protokol kesehatan.

KOMPAS.COM/RASYID RIDHO
Pelabuhan Merak tak layani penyebrangan orang pada arus mudik tahun 2021(KOMPAS.COM/RASYID RIDHO) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Terkait larangan mudik mulai 6-17 Mei 202, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta masyarakat untuk mematuhi peraturan pemerintah.

"Kami mohon betul-betul (agar) dihormati dan dipatuhi aturan pemerintah untuk tidak mudik," kata Sandiaga saat weekly press brefing pada Senin (19/4/2021) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat.

Baca juga: Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Akan Kembali Dibuka Pada Juni-Juli 2021

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Kini Kembangkan Ekosistem Industri Halal di Destinasi Pariwisata Prioritas

Ia mengingatkan, terdapat kenaikan jumlah kasus Covid-19 sebesar 94 persen pada mudik Lebaran tahun lalu serta peningkatan jumlah kasus yang mencapai 70 persen pada libur natal dan tahun baru. 

"Maka kali ini, peniadaan mudik murni kita lakukan dan garis bawahi untuk memastikan fokus pemerintah dalam menekan persebaran Covid-19 ini melalui bingkai PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro kita wujudkan," tutur Sandiaga.

Antisipasi wisatawan lokal saat mudik

Peniadaan mudik dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke tempat wisata lokal. Oleh karena itu, pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) harus mengantipasi jumlah pengunjung.

"Kami memastikan (tempat) wisata lokal siap melakukan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Mudik tidak diperkenankan, berarti dalam menghabiskan libur Lebaran ini ada alternatif kunjungan (wisata) masyarakat dalam bingkai PPKM skala mikro," kata Sandiaga.

Ia berharap semua destinasi wisata, ekonomi kreatif, dan sentra-sentra ekonomi kreatif menyiapkan diri dan mematuhi protokol kesehatan.

Adapun, beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan, antara lain membatasi kapasitas 50 persen, wajib memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, serta testing, tracing, dan treatment atau 3T. 

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat, salah satunya adalah Gubernur Banten Wahidin Halim. 

"Kami sampaikan bahwa keputusan akhir ada di tangan pemerintah dan satgas setempat. Jika angka penularan Covid-19 meningkat, maka keputusan untuk menutup destinasi wisata, sentra-sentra ekonomi kreatif, akan ada di tangan pemerintah setempat," kata Sandiaga.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus memantau pengimplementasiannya di lapangan. 

"Pariwisata bukanlah bagian dari masalah, kita justru jadi solusi. Jika kita patuh pada protokol kesehatan, maka kita bisa kendalikan pandemi ini dan sama-sama bangkit dan pulih di tengah dan pascapandemi," ujar Sandiaga Uno.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Mudik Dilarang, Masyarakat Diminta Patuhi Aturan

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved