Berita Dunia Terbaru

Perkaya Populasi, Ratusan Anakan Cumi Dilepas di Laut Bangka, Target Hingga 20 Ribu Anakan

Kementerian ESDM berharap program ini nantinya dapat berlanjut dan bisa menjadi contoh sinergisitas antara tambang, pariwisata, dan kelautan perikanan

Editor: Ekayana
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Cumi-cumi (SHUTTERSTOCK) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Ratusan anakan cumi yang menjadi bagian dari restocking cumi dilepas di Pantai Tikus Emas, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Restocking cumi tersebut sejalan dengan program reklamasi laut dalam bentuk fish shelter dan karang buatan (artifficial reef).

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, restocking cumi merupakan upaya untuk memperkaya populasi cumi di Bangka. Upaya itu diharapkan bisa meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

Baca juga: Manfaat Travel Bubble, Mudahkan Pergerakan Orang Antarnegara Saat Pandemi

Baca juga: Selama Bulan Ramadan, KAI Izinkan Penumpang Buka Puasa di KRL Solo-Jogja

Program restocking cumi baru dilaksanakan tahun 2021 ini dengan target sekitar 20.000 anakan cumi.

Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring dengan bertambahnya artificial reef yang ditenggelamkan PT Timah.

"Telur cumi diambil dari fish shelter yang ditenggelamkan, daripada dimakan ikan buntal atau predator lainnya, jadi diambil dan ditetaskan dulu di darat baru nanti dilepaskan lagi," kata Anggi, Senin (12/11/2021).

Dalam melaksanakan restocking cumi, PT Timah menggandeng Universitas Bangka Belitung dan Yayasan Sayang Babel Kite, juga masyarakat nelayan setempat. Kelompok Perlindungan Lingkungan, Direktorat Teknik, dan Lingkungan Minerba Kementerian ESDM pun mengapresiasi restocking cumi yang satu siklus dengan reklamasi laut PT Timah.

Kementerian ESDM berharap program ini nantinya dapat berlanjut dan bisa menjadi contoh sinergisitas antara tambang, pariwisata, dan kelautan perikanan.

Sementara itu, Pengusul KEK PT Pantai Timur Sungailiat Alexander Lie mengatakan, pihaknya menyambut baikpelepasan anak cumi di Pantai Tikus Emas yang merupakan salah satu kawasan yang diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

“Tentu ini baik dan ini sinergi yang baik antara pertambangan dan pariwista. Kami berharap ini berkelanjutan dan banyak hal bisa dikerjakan bersama," ujar dia. Adapun, Dosen Kelautan Perikanan Universitas Bangka Belitung Indra Ambalika Syari yang juga bagian tim restocking cumi  mengatakan, restocking cumi yang dilakukan PT Timah terbilang berhasil.

Menurutnya, memang masih ditemui beberapa kendala seperti pakan, namun hal ini bisa diatasi dan terus diteliti.

"Anakan cumi yang kita lepas sekitar 250 ekor anakan cumi. Sebetulnya sebelumnya sudah menetas sekitar 2.000 ekor. Total persentase yang menetas lebih dari 80 persen dari potensi telur yang kita dapat, tingkat keberhasilan penetasan sekitar 80 persen," tutur Indra.

Ia menjelaskan, anakan cumi yang dilepas berukuran sekitar 5-7 mili. Anakan cumi ini sengaja dilepaskan saat masih berukuran kecil, sehingga tahap penyesuaian dengan habitat alaminya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Sinergi Pariwisata, Ratusan Anakan Cumi Dilepas di Laut Bangka

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved