Masjid Agung Puluhan Klaten yang Dibangun Oleh Sunan Kalijaga, Mimbar Ratusan Tahun Masih Terjaga

Didalam masjid tersebut terdapat peninggalan dari Sunan Kalijaga lainnya.

TRIBUNSOLOTRAVEL/MARDON WIDIYANTO
Masjid Agung Puluhan di Klaten 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, KLATEN - Masjid yang berada di Kabupaten Klaten rata-rata merupakan peninggalan sosok wali songo.

Salah satunya yakni Masjid Agung Puluhan yang berada di tengah Desa Puluhan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.

Baca juga: Napak Tilas Jejak Pangeran Diponegoro di Masjid Darussalam, Sukoharjo

Baca juga: Mengenal Masjid Al-Wustho Mangkunegaran, Salah Satu Masjid Tua di Kota Solo

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSoloTravel.com, Masjid Agung Puluhan tersebut dibangun oleh Sunan Kalijogo yang merupakan salah satu wali songo di Indonesia.

Masjid tersebut berdiri ketika Sunan Kalijaga berencana mendirikan sebuah masjid di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.

Namun, rencana Sunan Kalijaga tersebut tidak jadi dan kemudian dipindahkan ke Desa Puluhan.

Pada awalnya ukuran masjid tersebut hanya 8 meter persegi.

Namun, seiring perkembangan waktu, masjid tersebut kini memiliki luas sekitar 800 meter persegi.

"Masjid ini dibangun oleh Sunan Kalijaga, awalnya Sunan berencana membuat masjid tersebut di Palar, namun tidak jadi dan dipindahkan di Desa Puluhan," kata Penjaga Masjid Agung Puluhan, Munir, Rabu (14/4/2021).

Munir juga mengatakan didalam masjid tersebut terdapat peninggalan dari Sunan Kalijaga lainnya.

Peninggalan yang dimaksud berupa mimbar Masjid, Batu Ompak, Lincak, Tempat Tidur, Bedug, Padasan Air, Al Qur'an serta mustaka peninggalan sunan yang masih asli.

"Untuk amben atau dipan itu, di Jawa Tengah ada 3, satu  di Demak, satu di Klaten dan satu di peninggalan Sunan Giri," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved