Berita Indonesia Terbaru

Larangan Mudik 2021 Ditetapkan, Berikut Orang-Orang yang Diperbolehkan Lakukan Perjalanan

Perjalanan orang dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non-mudik

ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN
Sejumlah calon penumpang berjalan menuju bis antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bis Pakupatan, Serang, Banten, Sabtu (27/3/2021). Ketua DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bidang Angkutan Penumpang Kurnia Lesani Adnan menyatakan para operator angkutan saat ini menunggu petunjuk teknis larangan mudik Lebaran 2021 dan meminta ketegasan pemerintah dalam melarang dan menindak setiap kendaraan pengangkut pemudik Lebaran baik yang berplat kuning maupun berplat hitam untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/ hp. (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Pemerintah Indonesia secara resmi melarang kegiatan mudik lebaran bagi seluruh masyarakat.

Larangan ini yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021.

Hal tersebut juga tertera dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Baca juga: Meski Padusan Dilarang, Wisata Air di Klaten Tetap Buka, Ini Aturannya

Baca juga: Sambut Ramadan, Favehotel Solo Hadirkan Menu Buka Puasa Dengan Tema Nusantara

Kendati demikian, terdapat pengecualian dalam peniadaan perjalanan via transportasi darat, kereta api, laut, dan udara lintas kota/kabupaten/provinsi/negara yang tertera dalam bagian G nomor 2 dan 3.

Berdasarkan SE tersebut, Jumat (9/4/2021), perjalanan orang dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non-mudik.

Adapun, pengecualian tersebut diterapkan untuk tujuan bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hami yang didampingi satu orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

Syarat melakukan perjalanan selama periode larangan mudik 2021

Bagi yang dikecualikan sebagaimana yang telah disebutkan untuk kepentingan tertentu, terdapat syarat yang wajib dilakukan. Mereka wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulisa tau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) untuk melakukan perjalanan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Print out surat izin tertulis dari pejabat setingkat Eselon II

Print out dilengkapi dengan tanda tangan basah/tanda tangan elektronik pejabat setingkat Eselon II, serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Ini wajib dilampirkan oleh pegawai instansi pemerintahan/Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMN/BUMD, TNI, dan anggota Polri.

  • Print out surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan

Print out dilengkapi dengan tanda tangan basah/tanda tangan elektronik dari pimpinan perusahaan, serta identitas diri calon pelaku perjalanan. Ini wajib dilampirkan oleh pegawai swasta.

  • Print out surat izin tertulis dari Kepala Desa/Lurah

Print out dilengkapi dengan tanda tangan basah/tanda tangan elektronik dari Kepala Desa/Lurah, serta identitas calon pelaku perjalanan. Ini wajib dilampirkan oleh pekerja sektor informal dan masyarakat umum non-pekerja.

Baik surat izin perjalanan maupun SIKM memiliki ketentuan yakni sebagai berikut:

  • Berlaku secara individual
  • Berlaku untuk satu kali perjalanan pergi-pulang lintas kota/kabupaten/provinsi/negara, dan;
  • Bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dewasa yang berusia 17 tahun ke atas

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved