Kuliner Enak di Solo

Menikmati Kesegaran Es Kapal Solo, Kuliner Legendaris yang Sudah Ada Sejak 1972

Kepopuleran es kapal ini sudah tak diragukan lagi, kios tersebut tak pernah sepi dari pembeli.

TRIBUNSOLOTRAVEL/FRISTIN INTAN SULISTYOWATI
Es Kapal Baron Khas Solo 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO -  Es Kapal merupakan salah satu kuliner minuman unik yang cukup populer di Kota Solo.

Kuliner ini sudah ada sejak era 1970-an.

Es Kapal sendiri merupakan jenis minuman yang terbuat dari santan yang dicampur dengan serutan es batu, dengan tambahan sedikit garam dan diputar–putar kemudian diberi susu cokelat.

Baca juga: Kuliner Ayam Panggang Mbok Denok Karanganyar, Dibanjiri Pembeli Meskipun Berada Jauh Dari Pusat Kota

Baca juga: Kampung Lampion di Sarigunan Sragen Hanya Buka Dua Kali Seminggu, Ada Kuliner Tumpang Koyor

Cara penyajiannya dapat dipilih menggunakan roti tawar atau tanpa roti tawar.

Salah satu penjual es kapal yang cukup populer di Kota Solo yakni Es Kapal Baron Khas Solo terletak di Jalan Bhayangkara No 28, Panularan, Laweyan yang sudah berdiri sejak tahun 1972.

Di tempat ini hanya ada satu rasa yang disajikan yakni Es Kapal rasa cokelat.

Kepopuleran es kapal ini sudah tak diragukan lagi, kios tersebut tak pernah sepi dari pembeli.

Apalagi saat siang hari dan cuaca sedang panas, kursi-kursi di kios tersebut selalu penuh.

Penjual Es Kapal, Widodo menceritakan awal dirinya  dulu berjualan mengunakan alat panggul berkeliling ke rumah-rumah warga selama delapan tahun.

Barulah tahun 1980, menetap berjualan di bawah pohon ringin di perempatan Baron, Solo.

Akan tetapi di tahun 2016 ada pengusuran sehingga dirinya harus geser ke kios Jl Bhayangkara, Panularan, Laweyan, Solo hingga saat ini.

Es Kapal Baron, Solo dengan roti tawar
Es Kapal Baron, Solo dengan roti tawar (TRIBUNSOLOTRAVEL/FRISTIN INTAN SULISTYOWATI)

Saat ditemui TribunSoloTravel.com, Widodo sedang meracik segelas Es Kapal untuk pelanggannya.

Terlihat tangan terampil Widodo menyajikan segelas Es Kapal.

Segelas Es Kapal tersebut harganya Rp 5 ribu.

Widodo mengaku menggantungkan hidupnya selama berpuluh-puluhan dari Es Kapal.

"Iya dari dulu, dari sebelum punya rumah sampai saat ini punya rumah, Alhamdulillah," katanya, Selasa (6/4/2021).

Saat ini omset penjualan Es Kapal setiap hari mencapai Rp 2 juta sehari.

Ia menyiapkan dagangannya dari jam 04.30 WIB, dimulai menurut kelapa, membuat santan dan memasaknya.

Selanjutnya buka dari 09.00 WIB sampai habisnya Es Kapal.

"Bmtergantung yang beli, kadang pulang cepat kadang ya sore," ungkap Widodo.

"Ya paling kalau hujan, akan berkurang. Tapi engak masalah anak sekarang hujan-buka ya minum es," lanjutnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved