Kuliner Enak di Solo

Mie Ayam Pocong Legendaris di Tugu Lilin Ini Jual Hingga 360 Porsi Per Hari, Apa Istimewanya?

Nama Mie ayam pocong ia dapatkan karena iseng agar mengundang rasa penasaran dan  banyak pengunjung untuk mencicipi mie ayamnya.

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/AZFAR MUHAMMAD
Warung Mie ayam Pocong di Solo 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Azhfar Muhammad  Robbani

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO- Mie Ayam Pocong Legendaris merupakan salah satu kuliner yang menjadi favorit pecinta mie ayam di Kota Solo.

Terlihat dari banyaknya pelanggan yang selalu memenuhi warung mie ayam yang berada di kawasan Jalan Joko Tingkir No.1, Pajang, Kec. Laweyan tersebut.

Baca juga: Mencicipi Mie Ayam Pocong Legendaris di Tugu Lilin Solo, Jadi Langganan Vlogger Terkenal

Baca juga: Jumlah Penumpang Domestik ke Bali Meningkat Saat Libur Panjang Paskah 2021

Tak tanggung tanggung, setiap harinya skitar 300an mangkok bias habis terjual.

“Setiap harinya bisa sekitar 300- 350 mangkok porsi ludes terjual perharinya,” kata Pemilik Mie ayam Pocong, Nardi Wiyanto Minggu (4/4/2021).

Nardi sendiri sudah 25 tahun berjualan mie ayam di kawasan tersebut.

“Awalnya ya hanya sedikit pengunjung tapi lama-lama ramai sekali,” katanya.

Dirinya menceritakan perjalanan jualannya sebagai penjual mie ayamnya berawal dari gerobak kecil dan memiliki dua orang karyawan.

“Sekarang alhamdulillah ramai dari 2 karyawan (saya dan istri saya) sekarang saya memiliki 8 karyawan,” ujarnya.

Nama Mie ayam pocong ia dapatkan karena iseng agar mengundang rasa penasaran dan  banyak pengunjung untuk mencicipi mie ayamnya.

“Awalnya mie ayam ini bernama mie ayam tugu lilin, karena letaknya di dekat area tugu lilin, namun setelah beberapa bulan saya iseng untuk mengganti nama menjadi Mie Ayam Pocong,” paparnya.

Ia  menyebut bahwa penyebutan mi ayam pocong tersebut tidak masalah baginya, karena malah menjadi rezeki dan mengundang banyak pengunjung.

Nardi sampaikan pengunjung berbondong-bondong mengunjungi mie ayam pocong dari berbagai daerah.

“Pendatangnya dari mana-mana, warga lokal, luar kota, food vloger, artis pokonya dari mana-mana,” ujarnya.

“Yg udah udah berkunjung ke mie ayam pocong, Surya Saputra, Ria SW udah tiga kali didatangi artis,” katanya.

Disamping itu, ia  sampaikan pada tahun 2010 silan menjadi masa dimana Mie ayam pocong berjaya.

“Masa jaya jayanya paling ramai itu pas 2010, sehari habis 45-50 Kg berarti 450 porsi,” katanya.

Mi Ayam Pocong ini menyajikan rasa khas manis yang merupakan cita rasa mi ayam jawa.

Dibanderol dengan harga Rp 10 ribu dan disajikan menu tambahan lauk pendamping.

Seperti ceker, kepala, ampela ati, usus, tahu dan kerupuk yang bias diambil sendiri.

Selain itu, disediakan pula potongan daun bawang dan acar yang terdiri dari potongan timun dan wortel.

Meski laris dan sukses dengan bisnis mi ayam tersebut, namun hingga saat ini Mi Ayam Tugu Lilin tidak membuka cabang di manapun.

Mie ayam pocong ini buka sejak pukul 13.00 - 21.00 WIB.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved