Berita Terbaru Solo Raya

Minta Alat Tes Covid-19 GeNose ke Pusat, Pengelola Terminal Ir Soekarno Klaten: Masih Dipending

Marjono mengatakan, mereka meminta 2 alat pendeteksi corona tersebut pada Kemenhub.

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL/MARDON WIDIYANTO
Terminal Ir Soekarno Kelas A Klaten, Kamis (1/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, KLATEN - Pengelola Terminal Ir Soekarno Kelas A Klaten mengajukan alat tes Covid-19 GeNose ke Pemerintah Pusat.

Koordinator Terminal Ir Soekarno Klaten, Marjono mengatakan, permintaan tersebut telah diajukan ke Kementerian Perhubungan sejak Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Jelang Ramadhan, Tradisi Padusan di Klaten Ditiadakan, Objek Wisata Air Tetap Buka

Baca juga: Menikmati Senja di Kedai Pojok Klaten, Ngopi Sambil Ditemani Pemandangan Gunung Merapi

"Kami sudah mengajukan alat GeNose ke pemerintah pusat sejak 2 Minggu yang lalu," ungkap Marjono, Kamis (1/4/2021).

Marjono mengatakan, mereka meminta 2 alat pendeteksi corona tersebut pada Kemenhub.

Namun, saat ini permintaan tersebut belum diberikan lampu hijau, alias dipending.

"Kita sudah ajukan sebelum adanya aturan larangan mudik," ucap Marjono.

Pengajuan ini dilakukan agar penumpang bisa memilih antara GeNose dan Swab Antigen.

Catatan Mudik Warga Klaten

Masyarakat Klaten diminta untuk patuh pada aturan pemerintah yakni Larangan Mudik untuk lebaran 2021 nanti.

Hal tersebut demi pencegahan penularan Covid-19.

Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten belum mendapatkan surat resmi soal larangan mudik 2021.

Berdasarkan hal tersebut, orang nomor satu di Klaten itu menunggu surat resmi dari pemerintah pusat.

"Belum ada surat dari pusat, kami masih menunggu," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Selasa (30/3/2021).

Sri Mulyani menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi kebijakan dilarang mudik tersebut.

Dia mengaku sudah siap jika ada masyarakat yang nekat mudik, bakal dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

"Jika ada larangan, tolong ditaati, jika nekat kami lakukan tindak sesuai protokol kesehatan," ujar dia.

Ia mengaku persiapan menyambut pemudik sudah dipersiapkan sejak pandemi tahun lalu.

Baik persiapan untuk isolasi mandiri di rumah-rumah, hingga pembentukan satgas covid dari RT RW hingga Kecamatan sudah dilakukan.

"Kami persiapkan sudah lama, sehingga kami tinggal laksanakan," tuturnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved