Jelang Ramadhan, Tradisi Padusan di Klaten Ditiadakan, Objek Wisata Air Tetap Buka

Pelaku usaha wisata air di Kabupaten Klaten sudah sepakat tetap melaksanakan protokol kesehatan berdasarkan PPKM Mikro.

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/EKA FITRIANI
Ilustrasi kejernihan air di umbul kapilaler, Klaten, Jawa Tengah 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, KLATEN - Jelang ramadhan tiba, tradisi padusan di Kabupaten Klaten ditiadakan.

Meski begitu, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Klaten memastikan objek wisata air di Kabupaten Klaten tetap dibuka.

Plt Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho mengatakan selain padusan, kegiatan saat Ramadhan di Kabupaten Klaten di malam hari juga ditiadakan.

Baca juga: Cafe dan Garden Eskala Yogyakarta, Tawarkan Ngopi Dengan Suasana Tropis, Cocok Untuk Bersantai

Baca juga: Warga Temukan Batuan Diduga Candi Peninggalan Mataram Hindu di Persawahan Klaten

"Sementara ditiadakan dahulu, termasuk pasar malam maleman di GOR Gelarsena dan Monumen Juang 45 juga tidak ada," kata Sri, Jumat (26/3/2021).

Sri mengatakan, pelaku usaha wisata air di Kabupaten Klaten sudah sepakat tetap melaksanakan protokol kesehatan berdasarkan PPKM Mikro.

Selain itu, nantinya akan dilakukan pembatasan seperti menaikan harga tiket masuk ke objek wisata tersebut minimal Rp 10 ribu.

"Hal untuk menghindari penumpukan di salah satu objek wisata pada saat nanti," ujar Sri.

"Sampai saat ini, tetap sesuai dengan prokes maksimal 30 persen dari kapasitas dan jam operasional maksimal pukul 15.00 WIB, kami harap masyarakat tetap patuhi prokes disini," imbuhnya.(*)

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved