Berita Dunia Terbaru

Unik, Pameran Bau Kehidupan di Abad ke-17 Akan Digelar di Museum Belanda

Museum tersebut berupaya untuk melakukan penelitian sejarah yang berkaitan dengan bau melalui pameran yang berisi hampir 50 lukisan, gambar, dan obyek

https://www.mauritshuis.nl/).(https://www.mauritshuis.nl/
Pameran bau bertajuk Fleeting - Scents in Colour yang akan diadakan di Museum Mauritshuis di Belanda hingga 29 Agustus 2021 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Sebuah pameran di Belanda tentang bau harum dan busuk pada abad ke-17 akan dipasangkan dengan lukisan untuk menghidupkan mereka kepada pengunjung.

Melansir Lonely Planet, Jumat (19/3/2021), pameran bertajuk Fleeting–Scents in Colour akan dibuka di Museum Mauritshuis sesaat setelah tempat wisata dibuka kembali usai penutupan akibat pandemi Covid-19. 

Museum tersebut berupaya untuk melakukan penelitian sejarah yang berkaitan dengan bau melalui pameran yang berisi hampir 50 lukisan, gambar, dan obyek.

Baca juga: Tempat Wisata Sudah Mulai Buka, Museum Manusia Purba Dayu di Karanganyar Masih Tutup, Mengapa?

Baca juga: Pasca-Pandemi Covid-19, Selandia Baru Akan Ubah Model Pariwisata

Nantinya, pengunjung dapat menemukan aroma bunga dan parfum, bau busuk kanal dan bau badan yang tidak sedap, serta bau dari negeri yang jauh pada saat itu, seperti rempah-rempah, tembakau, kopi, dan teh. Ide dari pameran tersebut adalah untuk melihat apakah kehidupan di abad ke-17 dapat ditangkap melalui bau, menyelidiki persepsi sensorik, dan konotasi aroma yang dimiliki oleh karya seni.

Dalam karya Still Life of Flowets and Fruit dari tahun 1670 milik Abraham Mignon, sang seniman menggabungkan limpahan bunga dengan buah yang terlalu matang. Adapun, buah yang terlalu matang tersebut sudah dihinggapi oleh semut dan serangga lainnya. Hasil dari penggabungan tersebut adalah aroma manis melon yang telah dibelah.

Selain Mignon, ada juga Pieter de Hooch’s dalam Interior with Women in front of a Linen Cupboard dari 1663. Karya tersebut melambangkan ibu rumah tangga Belanda yang dikenal di seluruh Eropa karena rumahnya yang bersih dan rapih pada abad ke-17.

Pengunjung bisa hirup aroma yang ditawarkan

Dalam Fleeting–Scents in Colour, dispenser wewangian akan memungkinkan wisatawan menghirup beragam aroma yang digambarkan sebuah karya seni. Misalnya adalah The Smoker. Karya milik Adriaen Brouwer dari tahun 1630 tersebut menggambarkan seorang pria yang sedang duduk sambil mengembuskan asap dari pipa rokoknya.

Abad ke-17 penuh dengan bau busuk lantaran sistem pipa ledeng pemasok air segar dari saluran air (sistem mains water), sistem saluran pembuangan, deodoran, pasta gigi, mesin cuci, dan kulkas belum ada. Pada saat itu, bau busuk diyakini membuatmu sakit. Oleh karena itu, bebauan perlu ditekan dengan wewangian penangkal penyakit.

Dalam In The Anatomy Lesson of Dr Willem van der Meer yang dilukis oleh Michiel dan Pieter van Mierevelt pada 1617, karakter tersebut digambarkan sedang memegang pomander. Adapun, pomander yang dikenakan di jarinya adalah sebuah wadah berlubang yang berisi zat-zat yang sangat aromatik.

Dalam Fleeting – Scents in Colour, sebanyak tiga pomander akan ditampilkan. Pameran yang akan dimulai sesaat setelah Museum Mauritshuis dibuka kembali akan berlangsung hingga 29 Agustus 2021.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Unik, Ada Pameran Bau di Museum Belanda

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved