Berita Indonesia Terbaru

Akibat Pandemi, Pantai Labombo di Palopo, Sulawesi Selatan Sepi Wisatawan

Kondisi itu makin memperburuk keadaan wisata yang mulai sepi pengunjung sejak tahun 2018.

Citra Fany Samparaya
Pantai Labombo, Palopo, Sulawesi Selatan (Citra Fany Samparaya) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Selama masa pandem, banyak sekali wisata yang mengalami pengurangan pengunjung, salah satunya pantai Labombo di Palopo, Sulawesi Selatan.

Pengelola Pantai Labombo bernama Max Taruk Allo juga mengeluhkan jumlah pengunjung yang berkurang di Labombo selama masa pandemi.

"Selama pandemi ini sangat sepi pengunjung. Per hari yah biasa 10, paling banyak 20 pengunjung," kata Max ditemui Kompas.com di Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Rabu (18 Maret 2021). 

Baca juga: Pandemi Belum Usai, Los Angeles Buka Kembali Restoran, Museum hingga Taman Hiburan

Baca juga: Ayam Panggang Mbok Denok Sudah Ada Sejak 1996, Mulai Banyak Warung Serupa di Karanganyar dan Solo

Kondisi itu makin memperburuk keadaan wisata yang mulai sepi pengunjung sejak tahun 2018. Itu karena banyak bencana alam, seperti tsunami dan gempa bumi yang beberapa kali melanda Sulawesi. "Jadi orang itu takut ke laut. Sedangkan market kita kan selain orang Palopo ya orang dari luar, seperti Toraja begitu dan mereka takut turut ke laut, ditambah juga jalan akses dari Toraja ke sini putus," kata Max.

Akibat sepinya Pantai Labombo

Beberapa sarana outbond, seperti flying fox, mesin bebek, perahu, banana boat, dan speed boad terlihat tidak terawat, bahkan rusak karena kurangnya perawatan.

"Kita sudah tutup semua aktivitas outbond. Ini karena kurang dukungan dari pemerintah. Misalnya ada kegiatan pemerintah, ada kegiatan outbond bisa memanfaatkan fasilitas di sini kan jadi mendukung juga orang ke sini, otomatis orang banyak tahu tempat itu," ujar Max.

Pengurangan jumlah pengunjung juga memengaruhi beberapa sektor lain. Pasalnya pariwisata merupakan industri yang terikat industri lainnya seperti hotel, penginapan, restoran dan rumah makan.

Max juga selalu terbuka dan mengajak berbagai pihak yang ingin berdagang di lokasi ini agar Pantai Labombo dapat ramai dan hidup kembali. "Saya itu maunya kita berdayakan banyak sektor. Misalnya penjual ikan, arang, es kelapa muda, durian untuk berjualan di sini juga silahkan. Saya cuma kasih uang kebersihan saja," tambah Max.

Dirinya berharap setelah pandemi, wisatawan lebih banyak berkunjung ke Pantai Labombo dan pemerintah lebih memperhatikan industri pariwisata, khususnya pemerintah kota Palopo dengan terus berinovasi dan bekerjasama dengan wilayah lain.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Sepinya Pantai Labombo di Palopo, Sulawesi Selatan Saat Pandemi

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved