Kuliner Karanganyar

Menikmati Ayam Panggang Utuh Khas Mbok Denok Karanganyar: Empuk dan Bumbunya Meresap ke Dalam

Warung ayam panggang itu telah berdiri sejak tahun 1996 dan tetap mempertahankan tradisi dengan menggunakan alat masak tradisional yaitu tungku.

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/MUHAMMAD IRFAN AL AMIN
Sajian ayam panggang Warung Mbok Denok dengan nasi, sambal dan lalapan dengan nominal Rp.75 ribu setiap porsinya 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, KARANGANYAR - Menyajikan ayam kampung menjadi olahan lezat dan nikmat, terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi para tukang masak.

Tekstur daging yang alot sering menjadi kesulitan dalam mengolahnya.

Namun di Warung Ayam Panggang Mbok Denok, ayam kampung yang terkenal liat dagingnya akan berubah menjadi empuk dan cocok di lidah.

Baca juga: Gunakan Cara Masak Tradisional, Dapur Warung Mbok Denok Ini Kerap Diintip Pembeli yang Penasaran

Baca juga: Kuliner Ayam Panggang Mbok Denok Karanganyar, Dibanjiri Pembeli Meskipun Berada Jauh Dari Pusat Kota

Lokasinya berada di Jl. Raya Jatipuro - Jatiyoso, Sangen, Jatipuro, Kabupaten Karanganyar.

Warung ayam panggang itu telah berdiri sejak tahun 1996 dan tetap mempertahankan tradisi dengan menggunakan alat masak tradisional yaitu tungku dan kayu bakar.

Cara masaknya pun bukan hanya sekali jadi, namun satu ekor ayam utuh akan berpindah ke tiga tungku.

Pertama akan dipanggang guna mengurangi kadar lemak dalam daging, lalu setelah itu dipindahkan ke dalam sebuah kuali yang berisikan racikan rempah.

Di tungku kedua ini, ayam bersatu padu dengan rempah bumbu yang diaduk kental, sehingga meresap ke dalam setiap pori-pori daging.

Lima belas menit dalam kuali, ayam akhirnya ditiriskan lalu dipindah ke tungku sebelumnya guna dipanggang kembali.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved