Kuliner Enak di Solo

Pria Palestina ini Beberkan Perjuangannya Jual Makanan Timur Tengah, Kendala Bahasa Jadi yang Utama

Jehad membeberkan bahwa keberhasilannya tersebut tentunya tidak terjadi secara instan, banyak usaha yang harua dilakukannya.

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/AZFAR MUHAMMAD
Pria asal Palestina, Jehad Mohammed saat membuat masakan di Gaza Resto & Cafe 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Azhfar Muhammad  Robbani

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO -  Pria asal Palestina, Jehad Mohammed dulunya dikenal sebagai pedagang nasi briyani yang berkeliling di area Solo Raya.

Namun, ternyata dengan kerja kerasnya selama ini, dirinya sudah berhasil membuka kedainya sendiri di Jalan Ronggowarsito Nomor 64, Keprabon, Banjati, Surakarta.

Baca juga: Biasa Keliling Jajakan Nasi Briyani, Pria Palestina Ini Kini Buka Resto Makanan Timur Tengah di Solo

Baca juga: VIRAL! Dim Sum Ini Harganya Cuma Rp 1000 di Jebres, Tak Pernah Sepi Pembeli

Kedai tersebut bernama ‘Gaza Resto & Cafe’ dan cukup ramai di kunjungi penggemar masakan timur tengah,

Jehad membeberkan bahwa keberhasilannya tersebut tentunya tidak terjadi secara instan,

Banyak usaha yang harua dilakukannya sehingga bisa menjadi seperti sekarang.

Sebelumnya dikisahkan Jehad pernah berjualan nasi briyani atau kerap dikenal dengan nasi kebuli di Indonesia.

Selama kurang lebih 3 tahun ia tekuni untuk berjualan nasi briyani menggunakan sepeda motornya yang ia beli pada tahun 2019 silam dari Banyumas, Jawa Timur.

“Saya berkeliling Indonesia untuk berjualan nasi dengan menggunakan motor Mega Pro bertuliskan 'Gaza Food & Drink, Nasi Ayam Biryani,” katanya, Selasa (16/3/2021) siang.

Lalu ia singgah pertama kali di kota Solo pada 5 Januari 2021 untuk berkeliling berjualan nasi.

Jehad memutuskan untuk  tinggal di Solo dan memilih tinggal menetap di Daerah Keprabon Lor, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari.

Namun siapa sangka, sesampainnya di Solo malah mengubah peruntungan dagangannya untuk membuka peluang bisnis baru.

“Saya sampai di Solo sekitar awal bulan januari tahun ini dan mulai berjualan untuk melanjutkan bisnis saya berjualan nasi Briyani,” katanya.

Dirinya juga menjadikan kota Solo sebagai tempat untuk meniti karir dan memulai berjualan kembali.

“Dari dulu saya ingin sekali untuk mengunjungi kota Solo, karena kota Solo merupakan sentral atau tengah-tengah dari pulau jawa jadi dekat kebarat atau ketimur,” ujarnya.

Setelah satu bulan Jehad tinggal di Solo, akhirnya Jehad bertekad untuk membuka cafe atau kedai makanan di kota ini.

“Selama kurang lebih dua bulan saya merintis bisnis  kuliner di  Kota Solo,”

Jehad menceritakan kepada TribunSoloTravel.com suka duka  selama dua bulan ia mendirikan kedai atau restoran.

“Ya banyak yang saya lakukan dengan segala keterbatasan mulai dari bahan dan tempat,”

“Mulai dari bahasa, melakukan segala sesuatu dengan sendiri, berseluncur mencari  pekerja, mencari informasi di internet,” katanya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved