Berita Terbaru Solo Raya

Kampung Lampion di Sarigunan Sragen Hanya Buka Dua Kali Seminggu, Ada Kuliner Tumpang Koyor

Di jalan kampung terpasang lampu-lampu yang diletakkan dalam lampion. 

Penulis: Rahmat Jiwandono
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/RAHMAT JIWANDONO
Salah satu pengunjung saat berfoto di depan lampion di Sragen 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SRAGEN - Kampung Sarigunan, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan/Kabupaten Sragen disulap menjadi kampung wisata. 

Adapun yang menjadi daya tarik kampung wisata ini adalah lampion. 

Baca juga: Tak Punya Banyak Potensi Alam, Sragen Inisiasi Kampung Lampion untuk Wisata 

Baca juga: Gerbang Tol di Sambungmacan Sragen Akan Segera Dibuka, Warga Sekitar Berharap Ada Dampak Ekonomi

Di jalan kampung terpasang lampu-lampu yang diletakkan dalam lampion. 

Penggagas kampung lampion, Entik Wisudani menjelaskan, kampung lampion hanya buka dua kali dalam satu minggu. 

"Kami cuma buka pada malam sabtu dan malam minggu," kata Entik, Sabtu (13/3/2021). 

Kampung lampion baru buka mulai pukul 18.00-21.00 WIB. 

"Kami buka selama tiga jam dan jalanan kampung kami tutup, tidak boleh ada kendaraan yang lewat," paparnya. 

Selain bisa menikmati terangnya lampion pada malam ini, ada kuliner khas yang dijual. 

"Di sini kami menjual makanan khas yaitu nasi tumpang koyor," ungkapnya. 

Menurut dia, lampion dipilih sebagai daya tarik wisata karena biaya perawatannya (maintenance) terbilang mudah. 

"Beda kalau kami harus pakai sayuran atau bunga untuk menarik minat wisatawan. Sebab untuk sayuran atau bunga perlu perawatan ekstra," jelasnya. (*) 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved