Obyek Wisata Karanganyar

Nostalgia Jajanan Tempo Dulu, Warga Desa di Mojogedang Karanganyar Hadirkan Pasar Ciplukan

Aneka jajanan yang disajikan juga merupakan khas daerah, seperti sate kerang, kue apem, tiwul dan aneka ragam panganan lainnya. 

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/IRFAN AMIN
Belanja di Pasar Ciplukan Karanganyar 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, KARANGANYAR - Pasar Ciplukan yang berada di Lembah Dongde, Dusun Mlilir, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar bisa jadi rujukan wisatawan yang ingin memiliki pengalaman baru.

Berbeda dengan pasar biasam di tempat ini, pengunjung bisa bernostalgia menikmati suasana jaman dahulu.

Pasar ini berdiri di bawah rerimbunan pepohonan lebat yang membuat suasana menjadi rindang nan asri. 

Baca juga: Cegah Anak Bosan Saat Pandemi, Hotel di Thailand Tawarkan Field Trip Virtual Untuk Lihat Gajah

Baca juga: Hari Raya Nyepi, Wisata Gunung Bromo Tutup Total Pada 14-15 Maret 2021

Aneka jajanan yang dijual juga merupakan khas daerah, seperti sate kerang, kue apem, tiwul dan aneka ragam panganan lainnya. 

Menurut Mulyono (45) selaku Ketua Wisata Lembah Dongde, pasar tersebut telah berdiri sejak 17 Agustus 2020. 

"Pasar ini berdiri di tengah pandemi Covid-19, kami harap dengan semangat 17an pasar ini bisa eksis di tengah keterbatasan," ungkapnya, Minggu (7/3/2021). 

Turis dari Uganda yang jajan ke Pasar Ciplukan dengan menukarkan koin kayu sebelum belanja pada Minggu (7/3/2021)
Turis dari Uganda yang jajan ke Pasar Ciplukan dengan menukarkan koin kayu sebelum belanja pada Minggu (7/3/2021) (TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/MUHAMMAD IRFAN AL AMIN)

Dirinya menjelaskan penggunaan nama 'ciplukan' pada nama pasar sebagai bentuk pengingat bahwa buah tersebut sempat viral di era 90an dan di awal 2000 an. 

"Masa kecil anak desa zaman dulu kan sangat lekat dengan ciplukan," kenangnya. 

"Dulu banyak di ladang, sekarang sudah mulai berkurang dan kami ingin mengingatnya kembali dengan menjadikannya sebagai nama pasar," kisahnya. 

Selain nama pasarnya yang unik, di pasar ini para pembeli dan pedagang bertransaksi menggunakan alat tukar koin kayu yang telah disediakan pihak pengelola. 

"Setiap koin kami hargai Rp.2 ribu," jelasnya.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved