Wisata Sejarah Dunia

Napak Tilas di Pura Pemacekan Gunung Lawu, Petilasan Penasihat Spiritual Brawijaya V

Di pura ini memang belum dikomersilkan untuk pariwisata. Tapi siapa saja bisa berkunjung namun harus tetap mengindahkan anjuran dari pengelolanya.

khoirul muzaki
Seorang pengunjung berada di kompleks Pura Pemacekan 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Kompleks pura Pemacekan merupakan salah satu tempat bersejarah yang bisa didatangi di Dusun Pasek, Desa Keprabon, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar.

Bangunan ini memiliki ciri khas ornamen artistik warna hitam dan kuning mengilap.

Kompleks pura yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1,2 hektare ini juga terdapat petilasan Kyai I Gusti Ageng Pemacekan dan permaisurinya.

Baca juga: Wisata Gua Selomangleng di Kediri Ini Suguhkan Indahnya Pemandangan Perbukitan Lereng Gunung Klotok

Baca juga: Penumpang Emirates Kini Bisa Membayar untuk Tidak Duduk dengan Orang Asing

Untuk menuju ke sana cukup mudah. Dari jantung Kota Karanganyar, hanya sekitar 17 kilometer ke arah Tawangmangu. Atau hanya jarak tempuhnya kurang lebih 20 menit.

Di pura ini memang belum dikomersilkan untuk pariwisata. Tapi siapa saja bisa berkunjung namun harus tetap mengindahkan anjuran dari pengelolanya.

Di antara larangannya yakni bagi perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh masuk. Juga larangan masuk berlaku bagi mereka yang baru saja mengalami musibah meninggalnya anggota keluarga.

"Larangan ini bisa katakan tiga hari atau tujuh hati setelah anggota keluarga meninggal," ujar salah seorang pengampu pura, Nyoman Nasa.

Umumnya di pura-pura yang ada di Bali, Pura Pemacekan ini terdapat tiga bagian.

Pertama yakni Nista Mandala atau kompleks pura bagian terluar.

Di sini tidak ada larangan bagi setiap pengunjung untuk datang. Di bagian ini digunakan untuk parkir.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved