Keindahan Wisata Indonesia

Mengikuti Jejak-jejak Mataram Kuno di Candi Gedong Songo, Ikon Destinasi Wisata Kabupaten Semarang

Meski tidak semegah Candi Borobudur atau Prambanan, berkunjung ke destinasi ini cukup mengasyikkan.

Editor: Ekayana
TRIBUN JATENG/M SYOFRI KURNIAWAN
Candi Gedong Songo merupakan ikon wisata Kabupaten Semarang, berada di Bandungan lereng Gunung Ungaran 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Selain wisata alam, Kabupaten Semarang juga terkenal dengan wisata sejarahnya.

Sejumlah peninggalan arkeologi ditemukan di wilayah ini.

Salah satunya adalah Candi Gedong Songo yang telah menjadi ikon wisata yang cukup dikenal di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.'

Baca juga: Candi Klero, Bangunan Bersejarah Bercorak Hindu yang Tersembunyi di Kabupaten Semarang

Baca juga: Napak Tilas di Pura Pemacekan Gunung Lawu, Petilasan Penasihat Spiritual Brawijaya V

Meski tidak semegah Candi Borobudur atau Prambanan, berkunjung ke destinasi ini cukup mengasyikkan.

Terutama hawanya yang sejuk dan pemandangan alam pegunungan setinggi 1.200 mdpl yang bikin kita lebih rileks menghabiskan waktu.  

Harga tiket masuk ke kawasan Candi Gedong Songo hanya sebesar Rp 10 ribu untuk wisatawan lokal, sementara untuk turis asing dikenakan harga Rp 75 ribu. 

Karena itulah destinasi wisata ini menjadi pilihan semua kalangan mulai dari rombongan ibu-ibu PKK hingga anak-anak pramuka yang hendak berkemah.

Apalagi ketika hari libur telah tiba dapat dipastikan kawasan ini menjadi sangat ramai.

Jika memang ingin mendapatkan suasana lebih tenang lebik baik menghindari berkunjung di hari libur ataupun akhir pekan.

Kompleks Candi Gedong Songo sangat luas, area candi satu dengan lainnya memiliki jarak yang cukup jauh.

Membutuhkan waktu yang cukup lama jika ingin mengunjungi seluruh area Candi Gedong Songo.

Ditambah dengan jalanan yang menanjak dan menurun.

Untuk wisatawan yang sudah sepuh tentu akan menjadi berat, seperti yang dirasakan oleh Susiarti, warga Batang yang berkunjung bersama dua cucunya bersama rombongan UMKM.

“Maklum sudah tua, jadi sepertinya tidak kuat jalannya. Mungkin nanti jalan-jalan di taman sekitar saja. Tadi juga sudah puas nyenengin cucu di Ayanaz. Bagus tempatnya untuk foto-foto,” tuturnya sambil menepuk lutut.

Ayanaz berjarak 150 meter dari pintu masuk Gedong Songo.

Untuk berkunjung ke Ayanaz, pengunjung membayar lagi Rp 10 ribu untuk anak-anak , Rp 20 ribu untuk dewasa dan untuk akhir pekan dan hari libur nasional dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp 25 ribu.

Ayanaz menyediakan puluhan spot foto yang tersebar di kawasan Ayanaz.

Terdapat balon udara yang berwarna-warni.

Kemudian kerangka besi yang berbentuk tempurung yang disebut cozy room, isinya ada rumput sintesis dan beberapa bantal.

Cocok digunakan untuk istirahat sambil mengobrol, dan tentu saja berfoto.

Tetapi tidak perlu khawatir bagi yang ingin melakukan perjalanan menuju lokasi candi, karena di sini disediakan jasa naik kuda.

Terpampang sebuah papan tarif wisata kuda mulai dari Rp 30 ribu hingga paket lengkap untuk berkeliling candi dengan harga Rp 90 ribu.

Terlihat juga papan peta kawasan candi setelah memasuki gerbang pintu masuk.

Dalam peta itu dijelaskan lokasi candi I hingga candi VI, mata air dingin, mata air panas, kolam air panas, area perkemahan, warung makan, pendopo, dan lengkap dengan keterangan kawasan tersebut dikelilingi oleh hutan pinus.

Kemudian jika ingin mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap dengan cerita mengenai detail candi bisa bertanya kepada pemandu wisata dan pengelola yang berjaga di beberapa tempat candi.

Candi Gedong I adalah area candi yang paling dekat dengan pintu masuk.

Kondisinya pun cukup ramai oleh keberadaan wisatawan yang menikmati pemandangan atau berswafoto.

Seorang pemandu, Tri Wibowo membenarkan keterangan yang menyebutkan candi ini dibangun pada abad VIII Masehi.

Candi Gedong I merupakan salah satu candi yang memiliki bentuk cukup utuh, meski bagian atasnya sudah tidak sempurna, di antara candi di kawasan Gedong Songo tersebut.

Dengan tinggi sekitar 4 hingga 5 meter candi kokoh berdiri di atas sebuah batur.

Kaki candi setinggi 1 meter itu memiliki pahatan relief sulur dan bunga, atau yang biasa disebut dengan padma yang mengelilinginya.

Candi tersebut miliki ruangan kecil dan berdiri menghadap Timur yang disertai dengan tangga kecil di pintu masuknya.

“Candi Gedong Songo dibangun di bawah kekuasaan Mataram Kuno di masa pemerintahan Raja Putera Sanjaya. Bentuk dan relief dari candi ini yang dijadikan bukti bahwa dibangun di masa dinasti Sanjaya, tapi masih diteliti lagi oleh para ahli arkelog. Dari bentuk candi juga diketahui bahwa ini adalah candi dengan corak agama Hindu,” ucapnya.

Bowo menjelaskan banyak arca Dewa Hindu yang terdapat di Candi Gedong Songo, seperti arca Syiwa Mahaguru, Syiwa Mahakala, Syiwa Mahadewa, Maharsi Agastya, dan Ganesha Durgamahesasuramardhani.

Area perbukitan juga menjadi salah satu kepercayaan pemeluk agama Hindu yang percaya gunung merupakan tempat para Dewa, sehingga menjadikan Candi Gedong Songo berfungsi sebagai tempat ibadah para pemeluk agama Hindu.

Bahkan hingga saat ini masih banyak umat agama Hindu yang datang ke Candi Gedong Songo, apalagi di hari raya umat Hindu seperti hari Raya Nyepi.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul : Candi Gedong Songo Jejak-jejak Mataram Kuno, Ikon Destinasi Wisata Kabupaten Semarang

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved