Berita Indonesia Terbaru

Wagub Bali Beberkan Rencana Travel Corridor Bali-China

Disiplin protokol kesehatan, kata dia, juga menjadi salah satu hal penting sebelum membuka perbatasan.

Editor: Ekayana
SHUTTERSTOCK / Elizaveta Galitckaia
Ilustrasi wisatawan - Seorang turis asing sedang berbelanja di Pasar Seni Ubud, Bali 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Bali'>Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati membeberkan rencana program Free Covid Corridor atau Travel Corridor antara Bali dan China.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi Keynote Speaker dalam acara webinar SAKIRA (Saatnya Kita Bicara) yang diselenggarakan Asita (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) dengan tema ‘Kapan Bali Buka Border?’ pada Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Cuti Bersama 2021 Dipotong, Tingkat Kunjungan Wisatawan ke Pangandaran Bisa Berkurang

Baca juga: Qantas Akan Mulai Lanjutkan Penerbangan Internasional Pada Oktober 2021, Siap Periksa Paspor vaksin

Seperti dilansir situs resmi Pemerintah Provinsi Bali, wisatawan mancanegara (wisman) dari China yang telah tuntas melaksanakan vaksinasi di negaranya akan diizinkan datang ke Bali melalui koridor tersebut.

“Sasaran wisatawan asing tersebut adalah wisatawan Tiongkok yang kita ketahui bahwa negara tersebut telah berhasil keluar dari pandemi karena program vaksinasi yang behasil. Jadi kita mendatangkan mereka,” kata Cok Ace, sapaan akrabnya.

Syarat travel corridor Bali-China

Namun, program ini memiliki beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi lebih dahulu oleh negara tujuan. Dalam hal ini tentu saja Provinsi Bali. “Pertama kita harus mencapai 75 persen warga, khususnya pelaku pariwisata divaksin,” ujar Cok Ace.

Menurut dia, menuntaskan vaksinasi di Bali secepat mungkin akan jadi tugas pertama di pemerintahan saat ini. Khususnya vaksinasi untuk tenaga kerja di bidang pariwisata.

Terkait hal itu, Cok Ace menegaskan dirinya telah meminta pemerintah pusat agar Bali mendapat prioritas vaksin. Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali ini juga menyebut bahwa Bali harus memiliki fasilitas kesehatan yang mirip dengan China.

“Ini juga mesti kita siapkan, setidaknya fasilitas kita harus sama, sehingga ada kepercayaan negara tersebut mengizinkan warganya berwisata ke Bali,” imbuhnya.

Disiplin protokol kesehatan, kata dia, juga menjadi salah satu hal penting sebelum membuka perbatasan. Ia mengklaim bahwa saat ini Bali menduduki posisi kedua taat terhadap protokol kesehatan dengan angka 98,3 persen di bawah Kalimantan Barat sebesar 98,6 persen.

Tak itu saja, para pelaku usaha pariwisata juga sejak jauh-jauh hari selalu siap menerapkan program sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) di setiap akomodasi, restoran, dan destinasi wisata.

Hal ini ia percaya sebagai modal yang sangat baik untuk meyakinkan masyarakat internasional bahwa Bali memang sudah siap menyambut wisman. “Dulu jualan kita adalah alam, adat, dan budaya. Saat ini kita geser sedikit selain ketiga hal tersebut. kita harus bisa yakinkan masyarakat internasional jika pemerintah dan masyarakat benar-benar sudah menjalankan prokes dengan baik dan benar,” sambung Cok Ace.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Wagub Bali Ungkap Rencana Travel Corridor Bali-China

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved