Berita Indonesia Terbaru

Warga Desa di Garut Mulai Sadar Wisata, Kini Banyak Desa Wisata Bermunculan

Ada juga Desa Samida di Kecamatan Selaawi yang memiliki potensi alam dan budaya, Desa Karangsari di Kecamatan Karangpawitan dengan potensi agrowisatan

ANTARA FOTO/Candra Yanuarsyah/aww
Desa Sukalaksana atau yang lebih dikenal dengan Desa Wisata Saung Ciburial di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Candra Yanuarsyah/aww) 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Saat ini banyak masyarakat desa di Garut mulai sadar akan pariwisata.

Hal tersebuit diungkapkan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut Bambang Heri Susanto.

“Banyak sekali masyarakat di desa yang ingin membuat tempat wisata.

Di Garut sudah pada sadar masyarakatnya bahwa keindahan Garut itu bisa dijadikan pendapatan mereka,” katanya, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Hadapi Pemotongan Cuti Bersama, PHRI Yogyakarta Pasrah

Baca juga: 5 Tips Berwisata pada Musim Hujan, Konsumsi Vitamin Agar Badan Tetap Fit

Saat ini, salah satu kabupaten di Jawa Barat tersebut sudah memiliki 47 desa wisata. Berdasarkan data dari Bambang, Desa Sukalaksana di Kecamatan Samarang telah dinyatakan sebagai desa wisata yang maju. Desa yang juga disebut sebagai Desa Wisata Saung Ciburial tersebut disebutkan memiliki potensi alam, budaya, dan wisata buatan.

Selanjutnya, Desa Sukaratu di Kecamatan Banyuresmi dinyatakan sebagai desa wisata yang berkembang karena memiliki potensi alam, budaya, dan wisata buatan. Desa wisata tersebut juga memiliki wisata alam Situ Bagendit II.

Sementara itu, 45 desa lainnya masih berstatus rintisan atau embriyo. Beberapa di antaranya adalah Desa Sindangsuka di Kecamatan Cibatu yang memiliki arung jeram dan potensi alam, wisata buatan, serta wisata minat khusus.

Ada juga Desa Samida di Kecamatan Selaawi yang memiliki potensi alam dan budaya, Desa Karangsari di Kecamatan Karangpawitan dengan potensi agrowisatanya.

Kemudian Desa Sukanagara di Kecamatan Cisompet dengan potensi wisata religinya yang memiliki obyek wisata Tangga Sarebu Gunung Nagara di ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut (mdpl). “Garut banyakan wisata alam dan budaya, sama religinya. Di Garut juga banyak danau, air terjun ada lebih dari 20,” ujar Bambang.

Tempat wisata dalam kawasan Perhutani

Bambang mengatakan bahwa tempat wisata yang menarik di Garut sebagian besar berada dalam kawasan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut. “Itu salah satu kendala. Garut hampir 80 persen kawasan konservasi. Tapi nanti masyarakat bisa kerja sama dengan pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan Perhutani,” ucap dia. Guna semakin mengembangkan wisata alam yang dimiliki, saat ini masyarakat di sejumlah desa sudah melakukan kerja sama tersebut.

“Kita dari Dinas Pariwisata hanya meningkatkan keterampilan (masyarakat) dan sumber daya manusianya melalui pelatihan,” tutur Bambang.

Salah satu desa yang punya wisata alam, yakni Karacak Valley, masuk dalam kawasan KPH Garut adalah Desa Sukanegla di Kecamatan Garut Kota. Ada juga Curug Cihanyar di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu dan Curug Sanghyang Taraje di Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Warga Desa di Garut Mulai Sadar Wisata, Banyak Desa Wisata Bermunculan

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved