Kuliner Enak di Solo

Legenda Toko Kopi Podjok Pasar Gede, Warung Kopi Angkring yang Sudah Ada Sejak 1947

Baru setelah tahun 1963, kata pewaris generasi ketiga Toko Kopi Podjok, Wendy Mintarja jika Liem A Meen menetap di Pasar Gede Solo.

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/ILHAM OKTAFIAN
Toko Kopi Podjok yang berada di Jalan Utara Pasar Besar Nomor 38 Pasar Gede, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Senin (8/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Toko Kopi Podjok di Pasar Gede Solo jadi referensi bagi pecinta seduhan kopi.

Toko yang eksis puluhan tahun silam itu menyimpan sekelumit sejarah nan melegenda.

Sebelum menetap di Pasar Gede, pendirinya Liem A Meen lebih dulu berjualan berkeliling di sudut kampung Kota Solo mulai tahun 1947.

Baca juga: Menikmati Bakso Murah di Mojosongo Solo, Seporsi Cuma Rp 5 Ribu

Baca juga: Menikmati Sajian Ayam Betutu Khas Pulau Dewata di Cafe Medjora Karanganyar

Liem A Meen menjajakan kopinya dengan menggunakan gerobak.

Lantaran hal tersebut, warga Solo mengenal produk kopi Liem A Meen dengan nama "Kopi Angkring" yang melegenda hingga sekarang.

Baru setelah tahun 1963, kata pewaris generasi ketiga Toko Kopi Podjok, Wendy Mintarja jika Liem A Meen menetap di Pasar Gede Solo.

Dijelaskan oleh Wendy, sejak berada di Pasar Gede Solo, Liem A Meen tak hanya menjual "Kopi Angkring" namun juga beragam jenis kopi dari belahan nusantara.

Mulai dari jenis Kopi Arabica, Robusta, Excelsa hingga Liberica tersedia di Toko Podjok.

"Totalnya ada puluhan, mulai dari Robusta Lampung, Gayo, Toraja, Temanggung, Mijen hingga Bali. Kalau arabica mulai dari Sulawesi hingga Papua," aku dia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved