Usung Konsep Hijau, Cafe Medjora Tolak Gunakan Tissu Hingga Minimalisir Listrik Untuk Pencahayaan 

Cafe yang berada di Jalan Kemuning, Dusun Spranten, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso itu mengaplikasikannya dalam setiap sudut bangunan. 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/MUHAMMAD IRFAN AL AMIN
Ruangan di Cafe Medjora, Karanganyar 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, KARANGANYAR - Sebuah cafe di kaki Gunung Lawu bernama Cafe Medjora mengusung konsep greenhouse atau eco green friendly.

Tempat ini menjadikan menjadi motto utama konsep greenhouse area cafe itu didesain. 

Baca juga: Bernostalgia di Cafe Medjora Desa Kemuning Karanganyar, Ada Kaset Jadul & Lampu Petromak

Baca juga: Candi Cetho Ditutup Selama 2 Bulan, Ekonomi Pedagang Sekitar Tempat Wisata Alami Penurunan Drastis

Cafe yang berada di Jalan Kemuning, Dusun Spranten, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso tersebut mengaplikasikannya dengan beragam ornamen yang ada di setiap sudut bangunan. 

Salah satunya atap cafe yang menggunakan paranet dengan tiang pemancang dari bambu. 

Dengan adanya paranet tersebut, suasana cafe akan lebih sejuk seperti udara Gunung Lawu.

Salah satu ruangan di Cafe Medjora, Karanganyar
Salah satu ruangan di Cafe Medjora, Karanganyar (TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/MUHAMMAD IRFAN AL AMIN)

Ada juga atap paranet yang berfungsi agar cahay alami matahari tetap dapat masuk sehingga menghemat energi tanpa harus sering menggunakan lampu listrik. 

Di dalam cafe, ada banyak rerimbunan pepohonan baik yang ditanam di bagian bawah hingga menggelantung di langit-langit cafe

Menurut Manajer Cafe Medjora, Rosyid Sidik (24), konsep itu sengaja didesain agar tak merusak dan mencemari lingkungan sekitar. 

"Kami berusaha seramah mungkin dengan lingkungan serta alam, sehingga tidak ada pencemaran atau limbah yang merusak,"katanya, Minggu (21/2/2021). 

Selain pada desan dan interior bangunan, Cafe Medjora juga disiplin tidak menggunakan kerta tissu namun sebagai pengganti mereka menggunakan kain lap yang disediakan kepada setiap pengunjung. 

"Kami disini menghindari menggunakan barang sekali pakai, seperti plastik atau kertas tissu sehingga banyak alat makan yang terbuat dari gerabah tanah liat," ujarnya. 

Cafe ini sendiri buka pada setiap hari dan dimulai sejak pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.(*)

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved