Berita Terbaru Solo Raya

Jadwal KRL & Prameks Berdekatan, Waktu Transisi 11 Menit, Penumpang Khawatir Ketinggalan Kereta

Peran Prameks kini diganti kereta rel listrik (KRL) yang melayani relasi Solo - Yogyakarta pulang pergi mulai 10 Februari 2021.

TribunSolo.com/Agil Tri
KA Prameks 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Pamitnya kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) membuat para pengguna setia bersedih dan kecewa. 

Satu diantaranya, Kevin Setia Irawan.

Baca juga: KA Prameks Pamit dari Solo, Penumpang Sedih: Rinduku Pada Keluarga Sejauh Prameks Melaju

Baca juga: KRL Jogja - Solo Mulai Beroperasi Penuh Hari Ini, Berikut Jadwal Keberangkatannya

"Menurut saya sayang sekali. Prameks itu sudah belasan tahun berpacu Solo-Jogja bahkan hingga Kutoarjo," katanya, Rabu (10/2/2021).

Peran Prameks kini diganti kereta rel listrik (KRL) yang melayani relasi Solo - Yogyakarta pulang pergi mulai 10 Februari 2021.

"Hadirnya KRL sudah jelas memutus jalur kenangan Solo Balapan - Kutoarjo yang harus berganti di Yogya, kalau mau lanjut ke Kutoarjo begitu sebaliknya," ucap Kevin.

Selain memutus kenangan, Kevin menyayangkan adanya jadwal KRL dan Prameks yang berdekatan. 

Misalnya saja, jadwal kedatangan KRL di Stasiun Yogyakarta pukul 17.24 WIB sementara jadwal berangkat Prameks dari stasiun tersebut pukul 17.35 WIB.

"Hanya 11 menit waktunya padahal kita harus keluar dari stasiun masuk lagi lewat boarding kalau mau naik Prameks," tutur Kevin. 

"Itu kalau sepi bisa langsung lari, kalau ramai yang jelas bisa tertinggal kereta dan rawan penumpukan penumpang padahal ini pandemi," tambahnya. 

Semisal antre panjang, Kevin menilai itu merugikan pengguna layanan kereta api, khususnya Prameks

"Kalau harus antre panjang, ya kita rugi tidak jadi berangkat naik Prameks, harus nunggu besok atau naik kereta jarak jauh yang wajib GeNose atau antigen dengan harga tiket yang lebih mahal," kata Kevin. 

"Memang jalur listriknya belum siap untuk menggantikan full Prameks ya Prameks solo Kutoarjo jangan dihilangkan," tambahnya. 

"Sayang sekali banyak pengguna kereta seperti saya jadi harus berlari-larian untuk mengejar kereta," imbuhnya. (*)

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved