Kuliner Sukoharjo

Menikmati Warung Makan Viral di Sukoharjo : Makan Habis Bayar Rp 5 Ribu, Tak Habis Bayar Rp 7 Ribu

Sang pemilik, Rudiyanto (45) menuturkan jika warung makan yang ia rintis sejak tahun 2002 itu tak langsung memberlakukan aturan tersebut.

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/ILHAM OKTAFIAN
Warung Makan Pak Rudy yang berada di Godean RT 01 RW 15 Wirun, Mojolaban Sukoharjo saat ditemui TribunSolo.com Kamis (4/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SUKOHARJO - Sebuah warung makan di Sukoharjo memberi aturan unik bagi para pembelinya.

Yakni dengan membayar lebih jika menu makan tak dihabiskan.

Baca juga: Selama PPKM, Bandara Ngurah Rai Bali Layani 212 Ribu Penumpang

Baca juga: Gunung Merapi Berstatus Siaga, Wisata Grojogan Watu Purbo Tetap Buka

Tak ayal, warung makan yang berada di Godean RT 01 RW 15 Wirun, Mojolaban Sukoharjo itu langsung viral di media sosial.

Sang pemilik, Rudiyanto (45) menuturkan jika warung makan yang ia rintis sejak tahun 2002 itu tak langsung memberlakukan aturan tersebut.

Mulanya, pria lulusan STM itu merasa prihatin dengan pembeli yang tak menghabiskan menu makan.

"Kalau pakai aturan ini dari tahun 2007, dulu itu pembeli datang kesini tidak menghabiskan makanan. Saya prihatin sekaligus kasihan dengan yang mencuci piring," paparnya Jumat (5/2/2021).

Selain itu, sambung Rudy ada nilai keagamaan yang ia junjung, yakni dengan tidak membuat makanan dihambur hamburkan.

"Saya menauladani sunnah Rasulullah, kalau habis insyallah barokah dan kalau tidak habis itu mubazir," ujarnya.

Rudy menegaskan jika yang ia berlakukan tersebut bukan denda, melainkan tolak ukur pembelinya.

"Kalau habis berarti ngambilnya sedikit dan bayarnya Rp 5000, kalau tidak habis berarti ngambilnya banyak berarti bayar Rp 7000," terangnya.

Para pembeli sendiri, lanjut Rudy tak mempermasalahkan dengan aturan tersebut.

"Respon pembeli positif, selain mengamalkan sunnah Rasullullah mereka juga mengaku kasian dengan yang cuci, disini kan dapur warungnya kelihatan jelas, maklum dapur kampung hehe," katanya terkekeh.

Adapun warung makan miliknya buka dari hari Senin sampai Sabtu mulai pukul 07.30 WIB hingga 14.00 WIB.

Untuk menu makannya tersaji 21 menu, mulai dari garangasem, Rica rica, pecel, Bothok hingga aneka jenis menu ayam.

OMSET NAIK

Rudy mengaku jika warung makan miliknya kebanjiran berkah semenjak viral di media sosial.

Dirinya mengaku bersyukur mengingat diluar sana, banyak kuliner yang tak seberuntung sepertinya sejak pandemi covid-19 menghantam.

"Alhamdulillah, semenjak viral beberapa bulan ini omzet naik 50 persen, dengan kondisi seperti ini (pandemi) saya bersyukur," terangnya.

Dirinya mengungkap keinginannya untuk membuka cabang di beberapa tempat.

Mengingat di tempatnya saat ini, para pegawai merasa kewalahan dengan animo pembeli yang datang sekitar 300 an orang perhari.

"Pengennya seperti itu, tapi ini masih dirembug," tandasnya.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved