Berita Terbaru Solo Raya

Gerakan Jateng di Rumah Saja, Objek Wisata di Karanganyar Kemungkinan Tetap Buka

Pasalnya selama masa pandemi Covid-19 ditambah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dampaknya sangat berat pada pelaku usaha

TRIBUN JATENG/M SYOFRI KURNIAWAN
Panorama indah Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karangnyar, Jawa Tengah 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto mengatakan bahwa tidak ada penutupan tempat wisata yang ada di Karanganyar selama berlangsungnya gerakan Jateng di Rumah Saja, 6–7 Februari 2021.

“Kemungkinan tetap buka. Tapi ya enggak akan ada pengunjung,” kata Titis, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Taati gerakan Jateng di Rumah Saja, Rumah Atsiri Indonesia Libur Selama 2 Hari

Baca juga: PPKM Diperpanjang, PKL Manunggal Alun-alun Klaten Merasa Tersiksa Karena Tak Dapat Bantuan

Pasalnya selama masa pandemi Covid-19 ditambah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dampaknya sangat berat pada pelaku usaha pariwisata.

Menurut Titis, jumlah kunjungan ke setiap tempat wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar, terutama Kecamatan Ngargoyoso dan Tawangmangu bisa dibilang sangat sedikit atau bahkan hampir tidak ada. “Pengunjungnya sangat minim. Paling ada dua orang, 20 orang. Karyawannya 40, pengunjungnya sehari hanya dua,” ujar Titis.

Maka dari itu, ditutup atau tidaknya tempat wisata selama periode Jateng di Rumah Saja ini bisa dibilang tak akan memberi pengaruh yang berarti pada usaha penekanan Covid-19'>penyebaran Covid-19.

Apalagi di masa pandemi ini, kata Titis, banyak sekali yang perlu dibiayai dan ditangani agar pencegahan Covid-19'>penyebaran Covid-19 bisa lebih maksimal. “Tapi tempatnya itu bukan di sektor pariwisata. Karena itu tadi (tidak ada pengunjung). Enggak usah dipikir atau diurus karena enggak ada orang berwisata,” imbuh Titis.

Reaksi pelaku usaha pariwisata

Menanggapi gerakan ini, banyak pelaku usaha pariwisata yang merasa cukup jengkel, khususnya terhadap berbagai pembatasan di sektor pariwisata.

Menurut Titis, banyak pelaku usaha pariwisata yang mulai jengkel karena seakan terus menerus dikaitkan dengan Covid-19'>penyebaran Covid-19

Padahal, protokol kesehatan di tempat wisata sudah dijaga dengan ketat. Apalagi sebenarnya hampir tidak ada pengunjung yang datang ke sana. “Kayak jadi pesakitan bahwa pandemi ini penyebabnya pariwisata gitu. Sampai jengkel gitu ya, karena betul betul enggak ada pengunjung,” tutur Titis.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ekayana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved