TSTJ Ditutup, Pegawai Dirumahkan, Pemkot Solo Hanya Mampu Belikan Beras

Pemkot Solo sendiri telah menggarkan Rp 1,9 Miliar untuk biaya operasional TSTJ.

TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Seorang anak kecil sedang memberi makan satwa di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Rabu (24/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Ditutupnya Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) rupanya berimbas panjang.

Selain nasib kelangsungan hewan yang menggantung, para pegawai pun tak jauh beda.

Baca juga: Ingat, Kartu Antrean KRL Solo - Jogja Rp 1 Cuma Untuk Satu Orang Penumpang

Baca juga: Asal Mula Kata Umbul Brondong, Tempat Wisata Air yang Populer di Klaten

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menyampaikan, jika operasional TSTJ ditutup besar kemungkinan para pegawai bakal dirumahkan dan tidak digaji.

Rudy mengecualikan para hewan, keeper maupun dokternya yang masih dapat ditopang Bantuan Tak Terduga (BTT).

"Kalau untuk hewan dan pakannya boleh pake BTT. gaji keeper dan dokter hewannya juga boleh," katanya Selasa, (1/2/2021).

"Namun kalau untuk karyawan administrasi sampai direkturnya itu tidak bisa," paparnya.

Pemkot Solo sendiri telah menggarkan Rp 1,9 Miliar untuk biaya operasional TSTJ.

Anggaran tersebut hanya cukup untuk membeli pakan sampai setahun ini. 

"Ya satu2nya jalan dirumahkan dulu," paparnya.

"Dirumahkan tanpa gaji sampai dengan kondisi bisa baik," tegasnya.

Pemkot Solo sendiri tengah mengkaji dan bakal melakukan koordinasi untuk mencari jalan tengah.

Jika dirumahkan, Pemkot Solo kata Rudy hanya mampu membantu beras, tanpa menggajinya.

"Nanti Pemkot mampunya membantu logistik dengan 20kg beras dengan tetek bengek itu, tapi tidak digaji," tegasnya.(*)

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved