Pandemi Covid-19, Pertunjukan Barongsai dan Wayang Potehi di Solo saat Imlek Tak Digelar

Sumartono tidak menampik peniadaan perayaan Imlek, termasuk hiburan dan wahana rekreasi memberikan dampak ekonomi. 

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ekayana
pinterest.com
ilustrasi barongsai 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Hiburan budaya Thionghoa dan wahana rekreasi tidak akan meramaikan perayaan hari raya Imlek yang jatuh pada 12 Februari 2021 di Kota Solo. 

Hiburan barongsai, misalnya tidak akan diturunkan ke jalanan seperti tahun-tahun lalu. 

Baca juga: Pengunjung Objek Wisata di Klaten Sepi, Rata-rata Pengunjung yang Datang Hanya 80 orang

Baca juga: Menikmati Keindahan Surganya Karang Indonesia, Taka Bonerate di Sulawesi Selatan

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Bersama Imlek 2572/2021, Sumartono Hadinoto.

"Barongsai tidak turun ke jalan. Itu terlalu berisiko mengundang kerumunan," kata Sumartono, Minggu (31/1/2021).

Tak hanya Barongsai, pertunjukkan Wayang Potehi pun tidak akan bisa disaksikan.

"Itu juga tidak ada," tutur Sumartono. 

"Rangkaian Imlek yang biasanya kolaberasi dengan panitia Grebeg Sudiro, Solo Imlek Festival, dan Solo Great Sale semua tidak dilakukan," tambahnya. 

Sumartono tidak menampik peniadaan perayaan Imlek, termasuk hiburan dan wahana rekreasi memberikan dampak ekonomi. 

Khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang biasanya membuka lapak di area perayaan Imlek. 

"Perayaan Imlek menjadi salah satu yang membantu mem-branding Kota Solo," ucap Sumartono. 

"Dampak secara kebhinekaan luar biasa dan multi-effect terhadap UMKM luar biasa," tambahnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved