Masih Corona, Ritual Imlek di Solo Digelar Terbatas, Hanya Diikuti Pengurus Klenteng Tien Kok Sie

Peniadaan sejumlah ritual Imlek untuk menekan angka penularan Covid-19.

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/ADI SURYA SAMODRA
Umat berdoa di Klenteng Tien Kok Sie, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Minggu (31/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SOLO - Sejumlah ritual perayaan imlek di Klenteng Tien Kok Sie, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo ditiadakan. 

Ritual Pao Oen atau tolak bala, menjadi satu diantaranya. 

Baca juga: Jelang Imlek, Patung Dewa-Dewi di Klenteng Tien Kok Sie Dibersihkan

Baca juga: Pengunjung Objek Wisata di Klaten Sepi, Rata-rata Pengunjung yang Datang Hanya 80 orang

Biasanya, ratusan ikan dan burung pipit dilepasliarkan dalam ritual tersebut. 

Itu untuk meminta keselamatan dan membuang sial menyambut tahun baru imlek

Ketua Yayasan Tien Kok Sie, Sumantri Dana Waluya mengatakan peniadaan sejumlah ritual Imlek untuk menekan angka penularan Covid-19.

"Tahun lalu itu ada seratusan orang datang dan gedung relatif kecil," kata Sumantri, Minggu (31/1/2021).

"Daripada menjadi klaster rumah ibadah lebih baik kita tiadakan," tambahnya. 

Sementara untuk ritual wajib Imlek, Sumantri tetap diselenggarakan namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

Jumlah yang turut serta pun dibatasi, hanya sejumlah pengurus dan pemuka agama saja. 

"Rituak wajib tahunan yang menyelenggarakan pengurus saja. Orangnya terbatas. Jumlah pengurus juga terbatas," ucap dia.(*)

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved