Asal Mula Nama Duleg dari Lumpia Khas Desa Gatak, Klaten

Didik mengatakan selain itu, makanan ini juga enak disantap dengan dicelupkan lumpia itu ke kuah bernama Juroh.

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/MARDON WIDIANTO
Sajian Lompya Duleg dengan saus Juroh, Sabtu (16/1/2021) 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, KLATEN - Lumpia buatan warga desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten ini merupakan makanan khas yang memiliki nama Lompya Duleg.

Lompya atau bisa disebut lumpia ini berisi potongan kecambah dengan campuran pati ogok dan menjadi ciri khas Dukuh Lemburejo, Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.

Baca juga: Ingin Sajikan Menu Berbeda, Pemilik Warung Mi Ayam Ini Gunakan Wajan Sebagai Mangkuk

Baca juga: Menikmati Lompya Duleg, Makanan Klasik Khas Desa Gatak Klaten dengan Kuah Juroh dari Gula Jawa

Ketua Paguyuban Lompya Duleg Mugi, Langgeng, Didik Bowo Sapurtro (42) membeberkan maksud penamaan kata Duleg dari makanan yang dia jual.

"Nama Lompya Duleg karena cara memakan makanan ini dengan cara diuleg atau dibedah dahulu," kata Didik.

Didik mengatakan selain itu, makanan ini juga enak disantap dengan dicelupkan lumpia itu ke kuah bernama Juroh.

Kuah Juroh merupakan kuah manis yang terdiri gula Jawa, bawang serta bawang goreng.

"Selain itu, Lumpia ini semakin nikmat jika lumpia ini dicelupkan di kuah Juroh," kata Didik.

Lumpia Duleg  berukuran kecil, dengan panjangnya sekitar 10 sentimeter. 

Isi dari Lumpia tersebut berisi kecambah atau tauge.

Lumpia Duleg menjadi ikon Dukuh Lemburejo, Desa Gatak, Delanggu, Klaten

Bahkan terdapat monumen Lompya Duleg di salah jalan kecil di dukuh itu.

Kini pengrajin makanan legendaris ini tinggal 14 orang.

"Disini masih ada 14 orang yang  masih bertahan menjadi pengrajin lumpia duleg, dan dilakukan  secara turun temurun," kata Didik.(*)

Ikuti kami di
Editor: Ekayana
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved