Berita Indonesia Terbaru

Vaksin Covid-19 Jadi Harapan Baru Bagi Bisnis Angkutan Udara, Mengapa?

Distribusi vaksin Covid-19 diharap dapat segera direalisasikan agar industri penerbangan Nusantara bisa cepat pulih.

Editor: Ekayana
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/ILHAM OKTAFIAN
Ilustrasi Pengecekan Keberangkatan di Bandara Adi Soemarmo 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Direktur Utama PT Angkasa Pura I (AP I) Faik Fahmi membeberkan bahwa distribusi vaksin Covid-19 di Indonesia merupakan faktor positif untuk perbaikan industri penerbangan.

“Dari awal kami cukup optimis. Dengan adanya vaksin, ini jadi faktor optimisme kita bahwa pertumbuhan traffic angkutan udara makin membaik,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dia tuturkan dalam konferensi pers virtual “Update Angkutan Nataru 2020-2021”, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total hingga Maret 2021, Kenapa?

Baca juga: Desa Wisata di Sragen Ini Bisa Dikunjungi Saat Tahun Baru, Wisatawan Wajib Ikuti Protokol Kesehatan 

Faik melanjutkan, distribusi vaksin Covid-19 diharap dapat segera direalisasikan agar industri penerbangan Nusantara bisa cepat pulih.

Menurutnya, pemulihan industri penerbangan terjadi karena masyarakat sudah percaya diri untuk melakukan penerbangan dan sudah tidak khawatir untuk memanfaatkan transportasi udara. Senada dengan hal tersebut, Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP1 Devy Suradji mengucapkan hal yang sama. “Bisa membuat penumpang nyaman untuk bergerak.

Beberapa maskapai di luar mulai berencana untuk terapkan vaksinasi untuk syarat terbang,” ungkapnya pada kesempatan yang sama. Jika pemerintah Indonesia berlakukan vaksinasi sebagai salah satu syarat penerbangan, Devy melanjutkan, maskapai mau tidak mau harus melakukan hal yang sama.

“Lihat kondisi dan keadaan, kalau vaksin diadakan dan penumpang bisa terbang kenapa tidak,” sambungnya.

Direktur Operasional AP1 Wendo Asrul Rose pun setuju dengan Faik.

Menurutnya, adanya vaksin dapat memengaruhi dicabutnya aturan jaga jarak yang juga berdampak pada pergerakan di bandara.

Menurutnya, adanya aturan jaga jarak merupakan halangan di bandara karena memengaruhi kapasitas pesawat di bandara yang biasanya dapat menampung 35 pesawat.

“Ngurah Rai sekarang slot per jam melayani 25 pergerakan karena ada keterbatasan fasilitas terminal. Peak hours tidak bisa menampung 33 pesawat bersamaan, pergerakan bersamaan” ujar Wendo. “Luasanya tidak bisa akomodir dari syarat jaga jarak.

Kalau sudah tidak ada aturan itu, kita bisa ke slot biasa. Saya yakin dengan vaksinasi yang diberlakukan nanti, slot akan naik, permintaan pengguna jasa penerbangan akan tinggi,” imbuhnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Vaksin Covid-19 akan Buat Penumpang Pesawat Nyaman?

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved