Nekat Berkerumun Saat Malam Tahun Baru di Sukoharjo, Warga Bisa di Rapid Test

Dalam SE Bupati Sukoharjo Nomor 400/3539, setidaknya Pemkab Sukoharjo melarang sejumlah kegiatan saat pergantian tahun. 

Penulis: Agil Tri Setiawan
Editor: Ekayana
istimewa
Ilustrasi kembang api 

Laporan Wartawan TribunSoloTravel.com, Agil Tri

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo telah menerbitkan Surat Edaran (SE) saat libur natal dan malam tahun baru. 

Dalam SE Bupati Sukoharjo Nomor 400/3539, setidaknya Pemkab Sukoharjo melarang sejumlah kegiatan saat pergantian tahun. 

Baca juga: Selama Pandemi, Sandiaga Minta Wisatawan Menengah ke Atas Liburan di Indonesia

Baca juga: Malam Tahun Baru di Solo, Polisi Larang Warga Rayakan Pakai Petasan 

Dalam SE tersebut, di poin nomor empat, masyarakat dilarang berkerumun, dan diminta sebisa mungkin menghindari kerumunan untuk mencegah penularan Covid-19. 

Pada poin nomor lima, Pemkab Sukoharjo bekerjasama dengan Polres Sukoharjo dan Kodim 0726/Sukoharjo untuk menggelar operasi yustisi. 

Dalam operasi Yustisi tersebut, tim akan dibekali rapid test untuk memeriksa masyarakat bebas Covid-19. 

Selama ini, operasi tersebut telah dilakukan dalam operasi penyekatan pemudik di perbatasan Kabupaten Sukoharjo. 

Namun, saat malam tahun baru nanti, operasi Yustisi dan pemeriksaan rapid juga bakal dilakukan di tempat kerumunan. 

Jika ditemukan ada yang reaktif, maka akan dilakukan tindakan isolasi mandiri di rumah karantina yang telah disiapkan Pemkab Sukoharjo. 

Selain larangan berkerumun, dalam SE itu juga mengimbau agar tidak mudik, dilarang menggelar kegiatan yang bisa memicu kerumunan, hingga melarang menyalakan atau membuat pesta kembang api.  

Hal ini mengingat masih dalam Pandemi Covid-19 sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan.

Namun apabila masih ada pihak yang menggelar pesta kembang api, terancam bakal ditindak tegas lantaran berpotensi mengundang kerumunan massa. Pembubaran paksa akan dilakukan untuk mencegah kerumunan.

"Saya bersama Kapolres dan Dandim, menghimbau sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19 yang cenderung masih meningkat dan meluas dari waktu ke waktu khususnya di Sukoharjo, masyarakat memperhatikan hal- hal (dalam SE) tersebut," tegas Bupati melalui video Rabu (30/12/2020).

Kepada para camat, bupati juga meminta agar ikut mensosialisasikan poin-poin yang tercantum dalam SE serta melakukan pemantauan pelaksanaannya di lapangan sesuai wilayah masing-masing.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukoharjo, Heru Indarjo menyampaikan, pada malam tahun baru nanti pihaknya akan membackup jajaran kepolisian, yakni bersama-sama akan membubarkan kerumunan massa.

"Saat ini kami terus menggencarkan sosialisasi SE bupati tersebut lewat camat dan kades- kades. Harapannya, masyarakat patuh tidak melakukan aktivitas yang cenderung mengundang kerumunan," tandasnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved